Meresahkan, Warga Mateng Kembali Tangkap Seekor Buaya
MATENG ,- Warga Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) , kembali digegerkan penangkapan seekor buaya sungai berukuran empat meter. Buaya sengaja ditangkap, karena keberadaannya meresahkan. Buaya kerap terlihat di sekitar Sungai Budong-Budong, tempat sejumlah warga di daerah ini menggantungkan hidup dari hasil mencari ikan air tawar.
“ Disengaja memang ditangkap, karena meresahkan masyarakat, walau ukuran buaya masih kecil, namun bisa melukai khususnya warga yang kerap mencai ikan di sungai “ kata salah seorang tokoh masyarakat, Ramli kepada wartawan.
Menurut Ramli, buaya berhasil ditangkap dengan melibatkan seorang pawang, dibantu sejumlah warga Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Rabu kemarin (19/02/20), “ Makanya warga langsung datangkan pawang, agar buaya ini dapat segera ditangkap “ ujarnya.
Namun malang, hanya beberapa jam setelah tertangkap, buaya yang diamankan dalam kolam kecil milik warga setempat, akhirnya mati. Kurangnya pemahaman warga, terkait penanganan buaya yang tertangkap, diduga menjadi penyebab kematian buaya.
Untuk menghindari bau busuk dan agar kulit buaya tidak menjadi rebutan, bangkai buaya langsung dikuburkan. Dibutuhkan sedikitnya enam pria dewasa, untuk memikul bangkai buaya yang bobotnya diperkirakan mencapai 300 kilogram, ke lokasi penguburan, “ Ini yang jadi permasalahannya, bagaimana tindak lanjut ini buaya apalagi sudah mati, makanya kita tanam berdasarkan keputusan masyarakat, takutnya jangan sampai persoalan ini menjadi viral lagi “ tandas Ramli.
Warga berharap, pemerintah menyiapkan lokasi penangkaran dan membekali warga pengetahuan terkait penanganan buaya, agar setiap buaya yang berhasil ditangkap warga di Sungai Budong-Budong, dapat diselamatkan dan diamankan di tempat yang tidak membahayakan. (Thaya)







