Launching Pasar Marasa, Bupati Masih Dapati Sampah Menumpuk di Kompleks Pasar

Launching Pasar Marasa, Bupati Masih Dapati Sampah Menumpuk di Kompleks Pasar

WONOMULYO,- Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) melaunching pasar Marasa ( Maju, Rapi, Sehat dan Aman Terhadap Perlindungan Konsumen). Launching digelar di halaman Pasar Ikan Wonomulyo, Senin (01/07/19).

Launching dilakukan Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, dihadiri sejumlah pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Polman, pejabat Pemprov Sulawesi Barat, dan undangan. Selain itu, para pedagang setempat.

Pada acara tersebut, Bupati Andi Ibrahim Masdar menyerahkan penghargaan kepada sejumlah OPD, organisasi, lembaga perguruan tinggi, lembaga perbankan, dan perorangan yang dianggap telah berkontribusi mewujudkan pasar Marasa.

Bupati mengukuhkan juga empat organisasi untuk mendukung pasar keberlanjutan Pasar Marasa, yaitu Satgas Pasar Marasa, Asosiasi Pedagang Pasar Marasa, Koperasi Pasar Marasa, dan Pengelola Bank Sampah Pasar Marasa.

Bupati Polman dalam sambutannya berharap konsep Pasar Marasa bisa dipertahankan dan terus berjalan. “Saya mau marasa terus, tertib terus, bersih terus,“ imbuh bupati yang akrab disapa AIM. Untuk diketahui, marasa dalam bahasa Mandar berarti bagus, menarik.

Bupati mengimbau juga kepada satgas dan Satpol PP terus bekerja, memberi perhatian dalam memelihara ketertiban pasar. “Saya harap, konsep pasar marasa bisa terus ditingkatkan. Tidak berjalan hanya sebatas untuk kepentingan proyek perubahan saja.  Tentu dengan dukungan semua teman-teman, Pasar Marasa bisa lebih baik, demi Polman yang semakin maju,“ pungkasnya.

Usai memberikan sambutan, Bupati dan rombongan berkesempatan mengitari area pasar Ikan, memantau Pos Pelayanan dan berdialog dengan sejumlah pedagang.

Bekerja 1,5 bulan

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Agusnia Hasan Sulur selaku inisiator proyek perubahan Pasar Marasa mengatakan membutuhkan waktu satu setengah bulan untuk mewujudkan konsep Pasar Marasa.  Kegiatan dilakukan tidak terlepas dari tim koordinasi yang telah dibentuk, didukung Satgas yang melakukan intervensi untuk menertibkan pedagang yang sebelumnya berjualan di Jalan Padi Unggul I. Dengan kerja keras selama 1,5 bulan, Alhamdulillah pada hari biasa pedagang pasar subuh bisa kami pindahkan ke dalam kawasn pasar ikan (komplek Pasar Marasa),“ jelasnya.

Dijelaskan, bahwa selama proses intervensi bersama satgas, berhasil memindahkan seluruh pedagang untuk berjualan di dalam kompleks pasar. Dikatakan, target awal pemindahan pedagang 80 persen. “Dalam pelaksanaannya, Alhamdulillah, seluruh pedagang (100 persen) bisa kami pindahkan menempati lods pasar ikan yang tersedia,“ ungkapnya.

Masih kata Agusnia, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Atno Techno Park untuk mengolah sampah di pasar Wonomulyo yang 60 persen merupakan sampah organik. “Kita melakukan juga kerjasama dengan Dinas Kesehatan, ada pos pelayanan kesehatan, dengan perguruan tinggi AKPER YPPP dan STIMIK dalam hal untuk melatih pedagang cara melakukan proses jual beli secara online,“ jelasnya.

Kegiatan lain, adalah uji tera dan tera ulang peralatan timbangan para pedagang. Semua kegiatan, katanya, tujuannya untuk memberi rasa aman dalam rangka perlindungan kepada konsumen.

Kadis Agusnia menuturkan, bahwa penerapan konsep Pasar Marasa sempat menuai pro dan kontra. Namun, pada akhirnya bisa berjalan yang diakui memberikan dampak positif terkait pertambahan penghasilan para pedagang. “Alhamdulillah, betul-betul ada perubahan. Kami merasa bersyukur sekali dengan adanya Pasar Marasa memberikan dampak positif bagi kami. Pendapatan yang kami peroleh mengalami kenaikan,” ungkap Ketua Asosiasi Pasar Ikan Wonomulyo, Syarifuddin.

Telah Berubah

Pantauan wartawan saat pelaksanaan launching, kondisi pasar Ikan Wonomulyo terlihat lebih bersih dan rapih. Puluhan pedagang yang biasanya menggelar lapak di depan kawasan pertokoan, telah pindah ke dalam kompleks pasar ikan. Yang masih terlihat, beberapa pedagang buah berjejer rapi di sekitar Pos Pelayanan pasar.

Wajah Kompleks Pasar Ikan yang dulunya terlihat kumuh dan jorok, telah berubah menjadi cerah dengan sentuhan warna-warni pilar penopang atap pasar dan pagar utama kompleks pasar.

Namun, masih terlihat juga sampah sisa pedagang yang berceceran dalam saluran air di depan pasar yang sebelumnya dibersihkan petugas. Kurangnya fasilitsas tempat pembuangan sampah, menyebabkan masih ada pedagang yang membuang sampah di sembarang tempat. Salah satunya di sekitar tangga gedung Permana Wonomulyo. Pemandangan itu didapati langsung Bupati dan rombongan saat berkeliling memantau sekitar pasar.

Walau masih terlalu dini untuk menilai keberhasilan Konsep Pasar Marasa, untuk mengubah wajah pasar tradisional  Wonomulyo menjadi lebih baik, kita berharap, kerja keras yang telah dilakukan pemerintah melalui Disperindagkop dan UKM dan seluruh lembaga terkait bersama masyarakat, betul-betul bisa nasib pedagang di daerah ini menjadi lebih baik lagi, membuat wajah kecamatan Wonomulyo sebagai pusat perdagangan di Provinsi Sulawesi Barat menjadi lebih baik, dan tentunya akan mengharumkan nama Kabupaten Polewali Mandar, dengan jargonnya Polman Jago. (Thaya)

 

__Terbit pada
01/07/2019
__Kategori
Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *