
Kesaksian Keluarga sebelum Anggota Satpol PP Polman Ditemukan Bersimbah Darah
POLEWALI MANDAR,- Anggota Satpol PP bernama Warli Tahir (48 tahun) tewas setelah menjadi korban pembacokan saat tertidur dalam rumah anaknya di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Pihak keluarga mengaku sempat mendengar suara mencurigakan, sebelum mendapati korban bersimbah darah.
“Mama sempat dengar suara seperti orang dibacok, mama bilang apa itu ?, langsung ka bangun kasih nyala lampu, banyak mi saya lihat darah,”kata anak korban, Wahyuni Sahar kepada wartawan, Selasa (14/03/2023).
Setelah melihat korban bersimbah darah, Wahyuni mengaku langsung membuka pintu rumah yang masih terkunci, lalu keluar meminta pertolongan warga.
“Pintu rumah tertutup, kita mi yang buka karena kita mi keluar minta tolong sama tetangga. Tapi jendela sudah lepas, pindah,”ungkapnya.
Aksi pembacokan yang merenggut korban jiwa ini terjadi di BTN Yosi, Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, sekira pukul 02:30 WITA, Selasa (14/03). Saat kejadian, korban diketahui tidur di ruang tengah rumah anaknya, berdekatan dengan keluarganya yang lain.
Usai disemayamkan di rumah duka, jenazah almarhum lalu dimakamkan di taman pemakaman umum setempat, sekira pukul 15:00 WITA, Selasa (14/03). Ratusan warga melepas jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
Menurut Wahyuni, sebelum kejadian dirinya dan korban memang tidur lebih awal dari biasanya. Bahkan menurutnya yang pertama kali tertidur adalah korban.
“Tadi malam cepat ka tidur, biasanya tidur ka jam dua, tadi malam jam 12 saya sudah tidur, bapak ku (korban) juga cepat tidur, sekira jam 10, duluan dia bapak ku (tidur),”tuturnya.
Wahyuni mengaku tidak menduga ayahnya akan menjadi korban pembacokan saat larut malam. Sebab, sekelompok pemuda kerap nongkrong hingga larut malam di dekat rumahnya.
“Kebetulan juga itu biasanya anak-anak sampai jam tiga di situ nongkrong, biasa sampah subuh, barusan malam ini aman (kosong),”pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolres Polewali Mandar AKBP Agung Budi Leksono mengaku telah mengantongi identitas pelaku pembacokan hingga mengakibatkan korban tewas. Saat ini pelaku dalam pengejaran polisi.
“Sudah (dikantongi identitas pelaku),”kata Kapolres Polman, AKBP Agung Budi Leksono kepada wartawan, Selasa (14/03/2023).
“Kita akan lakukan pengejaran pelaku,”sambungnya.
Menurut AKBP Agung, pelaku berjumlah satu orang. Adapun motif aksi pembacokan yang merenggut korban jiwa ini diduga karena dendam.
“Pelaku satu. Motif ada rasa dendam,”ujarnya singkat. (thaya)







