Gadis Cilik Meregang Nyawa usai Tenggelam di Pantai Wisata Mampie Polman
Suasa ketika petugas berupaya memberikan pertolongan terhadap korban di Puskesmas Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (25/04/2023). ist

Gadis Cilik Meregang Nyawa usai Tenggelam di Pantai Wisata Mampie Polman

POLEWALI MANDAR,- Seorang gadis cilik bernama Aira Serli Anaira (7 tahun) meregang nyawa usai tenggelam di pantai wisata Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan, namun nyawanya tidak tertolong.

“Sumber mengatakan kalau korban tenggelam,” kata Kapolsek Urban Wonomulyo, Kompol Najamuddin saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (25/04/2023).

Peristiwa naas terjadi di pantai wisata Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, sekira pukul 11:20 WITA, Selasa (25/04). Diketahui, korban merupakan bungsu dari dua bersaudara pasangan Suyoto dan Wiji warga Dusun Cappego, Desa Indo Makkombong, Kecamatan Matakali.

Kompol Najamuddin mengatakan korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Wonomulyo untuk mendapat penanganan, namun nyawanya tidak tertolong.

“Informasinya meninggal di Puskemas Wonomulyo ketika hendak diberi pertolongan,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, Kompol Najamuddin mengungkapkan jika korban tidak bisa berenang. Korban diduga tenggelam usai terpeleset saat berjalan di tanggul batu pemecah ombak.

“Korban tidak bisa berenang, informasinya mungkin terpeleset, karena di situ ada tanggul batu, lagi main di situ terus terjatuh ke dalam laut yang kedalamannya kurang lebih satu meter,” tutupnya.

Salah satu pihak keluarga bernama Imam yang dikonfirmasi mengungkapkan, keberadaan korban di pantai wisata Mampie, dalam rangka berwisata bersama keluarganya usai lebaran Idul Fitri.

“Sekeluarga semua untuk berwisata habis lebaran,” tutur Imam saat dijumpai di rumah duka.

Menurut Imam, sesampainya di pantai wisata Mampie, korban bersama temannya langsung bermain sembari mencari kerang di pinggir pantai.

“Itu tadi dia (korban) lagi jalan cari kerang di pinggir pantai,” ucapnya.

Diakui Imam, pihak keluarga baru menyadari korban hilang, lantaran keberadaannya tidak diketahui saat teman-temannya sudah berhenti bermain dan berkumpul bersama keluarga yang lain.

“Terus lama-lama temannya sudah di rumah-rumah bersama keluarga, dia (korban) tidak ada. Baru dicari dan ditemukan di air, tenggelam dekat batu tanggul, jaraknya sekira 50 meter dari pantai. Hilangnya cuman sebentar saja, tidak sampai setengah jam,” pungkasnya. (thaya)

 

 

__Terbit pada
25/04/2023
__Kategori
Peristiwa