Uniknya Tradisi Mandi Bersama di Sungai, Ala Warga Sekka-Sekka
LUYO ,- Warga Sekka-Sekka, Kelurahan Batupanga, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, memiliki cara unik untuk mempererat tali silaturahim antar warga. Mereka menggelar tradisi mandi bersama, dalam aliran Sungai Mapilli.
Seperti yang dilakukan pada Minggu siang kemarin, (15/12/19). Ratusan warga baik pria dan wanita, tua maupun muda, tampak bersuka cita mengikuti tradisi, yang digelar setiap tahun dan telah dilakukan secara turun temurun.
Sebelum mandi bersama dimulai, warga terlebih dahulu melarungkan aneka macam makanan, disimpan di atas perahu yang terbuat dari batang pisang. Prosesi ini diikuti semua warga, dipimpin salah seorang tokoh masyarakat.

Diketahui, melarung makanan merupakan simbol rasa syukur warga, dan harapan kepada sang pencipta , agar selalu melimpahkan rahmat dan karunia.
Warga juga meyakini, melarung merupakan jembatan penghubung bagi mereka, agar tetap dapat menjalin silaturahim, dengan leluhur yang berada di dunia lain.
“ Ini tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun dari nenek-nenek kami, kita ada perjanjian yang terus dilakukan setiap tahunnya “ ujar tokoh masyarakat, Juma.
“ Kami percaya ada leluhur yang hidup di sungai, namanya Abo Bura Lembong, jika tradisi ini tidak dilakukan, dia akan datang dalam berbagai wujud, walau apa yang kami lakukan kerap dianggap bertentangan dengan agama, tetapi inilah tradisi yang kami lakukan setiap tahunnya “ pungkas Juma.

Walau air sungai sedang keruh, tidak menyurutkan rasa suka cita warga di daerah ini, untuk mandi bersama. Bahkan, terlihat sejumlah wanita hamil, memanfaatkan kesempatan ini, untuk mendapatkan siraman air sungai, yang telah diberi doa oleh tokoh masyarakat setempat.

Berdasarkan pantauan wartawan, selama tradisi berlangsung, sejumlah warga juga terlihat mengambil air sungai dan dimasukkan ke dalam botol. Salah satu warga mengaku, air tersebut akan diberikan kepada sanak keluarganya, yang tidak sempat hadir untuk mengikuti tradisi mandi bersama ini.
Tradisi diakhiri, dengan menggelar acara makan bersama di bantaran sungai. (Thaya)







