
Pameran Mini di Wonomulyo Tampilkan Aneka Produk Lokal
WONOMULYO,- Sejumlah emak-emak yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menggelar pameran mini untuk memperkenalkan produk lokal buatan mereka. Aneka produk yang dipamerkan, diantaranya makanan dan minuman tradisional hingga produk perawatan yang terbuat dari enzyme sampah organik.
Pameran mini berlangsung di Pendopo Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Selasa siang (10/01). Lokasi pameran diserbu ratusan warga. Produk olahan lokal seperti keripik yang terbuat dari sayuran hingga bubur sumsum buatan emak-emak, ludes terjual dalam waktu singkat.
Teh dan syrup yang terbuat dari bunga telang, juga tidak luput dari perhatian pengunjung. Ada juga bantal ampas serta sabun perawatan tubuh yang terbuat dari eco enzyme yang menarik perhatian.
Aneka pupuk cair dari kotoran hewan yang berfungsi menyuburkan tanaman, hingga berbagai sayur mayur segar yang dipetik dari halaman warga di daerah ini juga ikut dipamerkan.
“Yang ditampilkan banyak seperti makanan, minuman, buah-buahan hasil bumi, kemudian dari olahan sampah rumah tangga, sampah buah yang dibuat eco enzyme,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sumberjo Listfitriyani kepada wartawan, Selasa (10/01/2023).
Listfitriyani berharap, kegiatan serupa dapat kembali digelar serta mendapat respon positif dari masyarakat, untuk memajukan emak-emak di daerah ini.
“Semoga ini berkelanjutan dan meriah lagi, semoga KWT (kelompok wanita tani) di desa Sumberjo lebih maju dan berjaya,” tandasnya.
Sementara Kepala Desa Sumberjo Suwardi menjelaskan, pelaksanaan pameran mini merupakan upaya membangkitkan semangat emak-emak di daerah ini, untuk terus berkreasi dalam mengolah makanan maupun minuman lokal.
“Tujuan pertama membangkitkan semangat ibu-ibu dalam berkreasi, khususnya dalam masalah makanan maupun minuman tradisional, bagaimana mereka bersemangat menjual produk lokal,” terang Suwardi.
Suwardi menyebut kegiatan serupa akan kembali digelar untuk meningkatkan perekonomian warga di daerah ini.
“Insya Allah ke depan kegiatan serupa akan kembali digelar dengan lebih baik lagi, agar dapat memotivasi masyarakat, bagaimana produk lokal itu dapat memberi nilai tambah ekonomi kepada keluarga,” tutupnya. (Thaya)







