Menu

2 Wanita Menangis Terjaring Razia di Gubuk Derita

WONOMULYO,- Pemerintah Kecamatan Wonomulyo, bersama Satuan Polisi Pamong dan TNI-Polri, kembali merazia kawasan prostitusi terselubung “Gubuk Derita” di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis siang (17/10/19).

Dalam razia ini, petugas mendapati dua wanita yang diduga berprofesi sebagai pekerja seks komersial. Satu diantaranya didapati saat masih berada di dalam kamar bersama teman prianya yang berhasil melarikan diri.

Kedua wanita tersebut masing-masing berinisial HA (25 tahun) dari Kecamatan Bulo, serta MY (28 tahun) dari Kabupaten Majene. Keduanya terus menangis lantaran menolak diamankan.

Kepada petuas, keduanya mengaku telah melayani tamu pria hidung belang sebelum terjaring razia.

HA dan MY, dua wanita tuna susila yang terjaring razia di gubuk derita, saat mendapat pengarahan dari Camat Wonomulyo, H Umbar, S.Sos. di Kantor Camat Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis siang (17/10/19).

“ Saya terdesak biaya untuk bayar utang sebanyak 700 ribu rupiah, karena tidak uang saya terpaksa melakukan pekerjaan ini “ ujar MY kepada petugas.

Sementara HA berdalih terpaksa menerima tamu lelaki hidung belang, lantaran tidak punya uang untuk menghidupi anaknya yang masih balita, “  Saya tidak punya kerjaan pak, anak saya masih kecil butuh makan dan susu, suami saya pergi saat anak saya masih dalam kandungan “ ungkapnya lirih.

Camat Wonomulyo, H Umbar S.Sos yang memimpin razia mengaku prihatin, pasalnya lokasi prostitusi terselubung gubuk derita tersebut, telah berulang kali dirazia, “  Untuk itu, bersama pihak terkait, Insya Allah besok kita akan kembali turun, untuk memantau pembongkaran kamar-kamar di rumah warga yang kerap disewakan sebagai tempat prostitusi “ ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi di kantornya.

Pemerintah kecamatan juga mengaku kesulitan melakukan penanganan lebih lanjut, apalagi Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar, diketahui belum memiliki rumah singgah untuk menampung penyandang masalah sosial untuk diberikan pembinaan, “ Makanya kita bingung juga, masalahnya pemerintah kecamatan yang terus menerus mendapat sorotan jika tidak mengambil tindakan, makanya kita terus melakukan razia dengan harapan mereka bisa jera “ pungkas Umbar.

Usai didata petugas, kedua wanita tuna susila tersebut langsung dipulangkan setelah menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. Rencananya besok (Jumat), keduanya akan dihadirkan di Kecamatan Wonomulyo untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dalam razia ini, petugas juga mengamankan ibu rumah tangga berinisial IZ (55 tahun), yang diketahui kerap menyediakan kamar sewaan seharga 30 ribu rupiah untuk para wanita tuna sulisa setiap kali menerima tamu. Oleh petugas, IZ juga diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, serta membongkar kamar-kamar di rumahnya yang disewakan untuk praktek prostitusi. (Thaya)

No comments

Tinggalkan Balasan