
Pria 99 Tahun Jadi JCH Tertua di Polman, Ngaku Rutin Bersepeda Untuk Jaga Kesehatan
POLEWALI MANDAR,- Pria bernama Rahman Geter (99) menjadi jemaah calon haji (JCH) 2025 yang tertua asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Dia mengaku rutin berolahraga sepeda sebagai upaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat diikuti dengan lancar.
“Rajin olah raga, naik sepeda, biasa 2 kali sehari kalau ke kebun. Kadang (menempuh jarak) sampai 2 kilo,” kata Rahman saat dijumpai wartawan di rumahnya, Senin (05/05/2025).
Rahman Geter merupakan warga Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian. Dia akan berangkat berhaji bersama istrinya bernama Hania (87).
Keduanya tergabung dalam kloter 11 embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan. Bersama rombongan JCH lain, Rahman dan Hania akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Sudiang di Makassar, Rabu (08/05).
Selain bersepeda, Rahman juga mengaku berusaha menjaga kesehatan dengan rutin mengonsumsi ramuan herbal termasuk tuak manis yang diakui baik untuk kesehatan.
“Biasa minum ramuan juga, minum tuak manis setiap pagi dan sore hari,” ucap pria 9 anak itu meyakinkan.
Meski usianya sudah hampir 1 abad, Rahman mengaku bahagia dan bersyukur akhirnya mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah. Terlebih, rukun islam ke lima itu akan ditunaikan bersama istrinya tercinta.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Saya tidak pernah terpikir akan berangkat haji saat usia sudah sangat tua,” tuturnya.
Sementara sang istri Hania mengaku jika awalnya hanya Rahman yang ditetapkan sebagai JCH 2025. Beruntung, pemerintah menambah kuota haji khusus untuk lansia, sehingga Hania bisa berangkat berhaji bersama Rahman tahun ini.
“Dia tidak mau kalau tidak sama-sama. Kan namanya (Rahman) duluan naik karena lebih tua,” ungkap Hania sambil tertawa.
Hania mengaku mendaftarkan diri untuk berangkat haji pada tahun 2017 lalu, sementara Rahman mendaftar pada tahun 2019.
Dia mengaku telat mendaftarkan diri untuk berangkat berhaji bersama suami, lantaran selama ini fokus mengurus penyelesaian pendidikan anak-anaknya.
“Memang saya belum lama mendaftar haji, karena selama ini fokus dulu urus keluarga, banyak anak-anak dibiayai untuk sekolah, setelah semuanya selesai (sekolah) baru kita mendaftar,” pungkas Hania meyakinkan. (thaya)







