Meningkat Kasus Corona di Ponpes Syekh Hasan Yamani, Wali Santri Berdatangan Pantau Kondisi  
Sejumlah wali santri Ponpes Syekh Hasan Yamani di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, memantau kondisi anaknya yang menjalani isolasi mandiri, dari balik pagar yang telah disiapkan pengelola ponpes, Senin (09/11/2020).

Meningkat Kasus Corona di Ponpes Syekh Hasan Yamani, Wali Santri Berdatangan Pantau Kondisi  

CAMPALAGIAN,- Puluhan wali santri beramai-ramai mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Hasan Yamani, di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Senin siang (09/11/2020)

Maksud kedatangan mereka untuk memastikan, anaknya yang menjalani proses isolasi mandiri di ponpes, lantaran positif tertular virus corona, dalam kondisi baik-baik saja.

Sejumlah wali santri terlihat tak kuasa menahan air mata kesedihan, mengetahui anaknya tertular virus.

Para wali santri berharap, pemerintah aktif memberikan perhatian, agar penularan virus di ponpes ini bisa segera diatasi. Mereka juga mendukung proses isolasi terhadap santri dan santriwati yang positif tertular virus, dilakukan di ponpes, demi menghindari keresahan masyarakat.

“ Harapan saya semoga cepat sembuh anak-anak, sehingga bisa cepat pulang. Menurut saya anak-anak lebih baik dirawat disini, karena anak-anak tidak bisa keluar dan warga tidak resah kalau mereka dipulangkan “, kata salah seorang wali santri, Mahyuddin kepada wartawan di depan pintu masuk ponpes.

Menanggapi terjadinya ledakan kasus di ponpes Syekh Hasan Yamani, Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar mengatakan, akan terus berupaya agar para santri dan santriwati yang tertular virus corona, segera sembuh, “ Itukan mereka OTG, orang tanpa gejala, Insya Allah kita akan beri vitamin, kita rawat dengan baik “, ungkap Andi Ibrahim di tempat terpisah.

Menurutnya, selama ini pihaknya telah mengimbau, agar pihak ponpes tidak melakukan aktivitas, sebelum kondisi betul-betul aman dari penularan virus, “ Dari kemarin kita umumkan, kita minta pesantren jangan dulu buka, karena muridnya banyak dari luar polewali mandar, sehingga kita himbau lewat surat, lewat pak sekda yang datang kesana, kalau bisa pesantren jangan buka dulu, nanti kalau sudah zona aman baru buka “, tandas pria yang akrab disapa AIM itu.

Satgas COVID-19 Sulawesi Barat, merilis data angka penularan virus corona di Ponpes Syekh Hasan Yamani, bertambah 21 kasus. Jika sebelumnya kasus di ponpes ini hanya sebanyak 155 orang, kini naik menjadi 176 orang, “ Kasus 1236 sampai kasus 1256 sebanyak 21 kasus, merupakan kluster dari Ponpes Hasan Yamani, Kecamatan Campalagian. Semuanya menjalani isolasi mandiri di ponpes dengan pengawasan PKM Campalagian “, jelas Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulbar, Safaruddin S.

Berdasarkan pantauan wartawan, wali santri dan santriwati yang berdatangan di ponpes, hanya dapat berkomunikasi dan menjumpai anaknya, dari balik pagar yang telah disiapkan oleh pengelola ponpes.

Sejumlah barang yang mereka bawa untuk para santri yang sedang menjalani isolasi mandiri, tampak disterilkan dengan cairan desinfektan. (Thaya)

__Terbit pada
09/11/2020
__Kategori
kesehatan