Beda Pilihan Saat Pilkades, Ratusan Warga Beroangin Kehilangan Pekerjaan
Mapilli,- Pemilihan kepala desa yang digelar serentak pada 77 desa di Polewali Mandar yang dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober lalu memang telah berakhir, namun hasil pemilihan kepada desa tersebut menyisakan masalah bagi ratusan warga Desa Beroangin, Kec.Mapilli, Polman.
Bagaimana tidak, perbedaan pilihan dalam pilkades Desa Beroangin, membuat banyak warga di daerah ini harus kehilangan pekerjaan.
Sejak hasil pemilihan kepala Desa Beroangin di ketahui, hingga saat ini warga yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pengangkat dan pemecah batu, tidak lagi diperbolehkan melalukan aktifitas seperti biasanya, di lokasi yang selama ini mereka tempati mencari nafkah. Hal ini dikarenakan, pemilik lahan atas nama Kardi , memiliki calon kepada desa yang kalah saat pemilihan kepala desa.
Acang salah seorang buruh mengaku sedih, lantaran persoalan pemilihan kepala desa justru memicu masalah yang berkepanjangan seperti sekarang “ kita langsung di suruh pulang pas lagi kerja di lokasinya kardi, sempat bertanya bagaimana perasaan kalian, kerja di tempat saya tetapi tidak mendukung saya saat pilkades “ kata Acang lirih.
Masih kata Acang yang mengaku bingung, lantaran selama ini dia dan warga lainnya bekerja di lokasi penambangan batu milik kardi tidaklah gratis “ kita bekerja di lokasi kardi juga bayar sama dengan warga lainnya, jadi kenapa persoalan pemilihan kepala desa jadi di buat susah seperti sekarang ini “ ungkap Acang dengan sedikit kesal.
Keresahan juga disampaikan Hamid, buruh pikul batu lainnya yang mengaku bingung mencari kerja, lantaran sudah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari hasil memikul batu “ setelah pemilihan kita sudah tidak kerja lagi, Karena kita dianggap tidak mendukung jagoan pemilik lokasi pengambilan batu, kita tidak boleh lagi bekerja di tempat dia ,padahal ini kerjaan kami satu-satunya “ ujar Hamid kebingungan.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, terkait keputusannya melarang warga untuk mencari nafkah di lokasi miliknya karena kalah dalam pilkades, Kardi sang pemilik lahan membantah tudingan tersebut. Menurut Kardi dia hanya menyampaikan agar warga yang tidak menggapnya saudara, tidak usah masuk di lokasinya untuk bekerja, karena di Dusun Lelo, Desa Beroangin masih banyak lokasi lain yang bisa dijadikan tempat untuk mengangkat dan memecah batu “ saya tidak mengatakan seperti apa yang warga tuduhkan, saya cuman bilang kalau kalian sudah tidak menganggap saya keluarga atau saudara, buat apa lagi kalian cari uang rejeki di tempat saya, tidak ada artinya kan, jadi lebih baik warga itu cari rejeki di tempat lain ,apalagi di sini ada banyak lokasi yang bisa dijadikan tempat untuk mencari batu “ kilah Kardi.
Sementara itu, Kepala Desa Beroangin Anto yang ditemui di kantornya pada hari Senin (12/11), mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami ratusan warganya. Anto meminta agar perbedaaan pilihan saat pilkades tidak membuat warga di daerah ini menjadi terpetak-petak, “ yang sudah-sudahlah, kita jangan seperti ini, kita malu kalau hanya persoalan perbedaaan pilihan saat pilkades justru membuat banyak warga kita yang kini kesulitan, rejeki datang dari Allah semuanya sudah diatur, sekarang saatnya kita melupakan perbedaan politik, karena kita semua ini sama “ harap Anto, incumbent yang terpilih kembali menjadi kepala Desa Beroangin, untuk periode ke-2. (Thaya)







