Meningkat Kelahiran Sapi IB Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar, Capai 1.928 Ekor
Foto Istimewa: Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi.

Meningkat Kelahiran Sapi IB Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar, Capai 1.928 Ekor

MAMUJU,- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat angka kelahiran sapi melalui program Inseminasi Buatan (IB) mencapai 1.928 ekor sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut alami kenaikan dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1.687 ekor.

Keberhasilan ini disampaikan Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, Kamis (08/01). Hamdi menyampaikan bahwa program IB merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan populasi sapi unggul di Sulbar, sekaligus upaya strategis untuk memperbaiki mutu genetik ternak.

“Program IB ini merupakan salah satu implementasi nyata dalam mendukung visi dan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakilnya Salim S. Mengga di sektor peternakan. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya daerah dalam mendukung swasembada pangan yang menjadi komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Hamdani dalam keterangannya, Jumat (09/01/2026).

Menurut Hamdani, keberhasilan program IB tidak hanya berdampak pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan daging lokal serta peningkatan kesejahteraan peternak di Sulbar.

Sebagai bentuk kesiapan dan keberlanjutan program, Dinas TPHP Sulbar saat ini memiliki stok semen beku sebanyak 23.706 dosis.

“Stok tersebut terdiri dari berbagai jenis ternak unggul, antara lain sapi Angus, Limosin, Madura, Simental, Bali, Brahman, Ongole, dan Wagyu. Selain itu, juga tersedia semen beku untuk kerbau biasa dan kerbau belang, serta ternak kambing jenis Saanen, Boer, dan Peranakan Etawa,” terang Hamdani.

Sementara Kepala Bidang Peternakan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program IB agar berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami siap mengawal dan memastikan program IB ini berjalan dengan baik, terukur, dan berkelanjutan. Mulai dari pendampingan peternak, kesiapan petugas lapangan, hingga pemenuhan sarana dan prasarana pendukung,” ujarnya.

Nur Kadar berharap, capaian peningkatan angka kelahiran ternak ini dapat terus ditingkatkan melalui penguatan program IB, peningkatan kapasitas sumber daya manusia petugas lapangan, serta dukungan sarana dan prasarana peternakan.

“Dengan langkah tersebut, kami optimistis populasi dan produktivitas ternak akan terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak di daerah,” tutupnya. (rls)

__Terbit pada
09/01/2026
__Kategori
Pemerintahan, Sosial