Sejumlah penyandang disabilitas ikuti fashion show di halaman Boyang Assamalewuang, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sabtu (03/12//2022).

Ratusan Siswa SLB Peringati Hari Disabilitas Internasional 2022 di Majene

MAJENE,- Ratusan penyandang disabilitas mengikuti sejumlah lomba di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Selain digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), kegiatan bertujuan untuk menyemangati dan menunjukkan kemandirian para penyandang disabilitas.

Kegiatan yang dilaksanakan  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, berlangsung selama tiga hari, Kamis – Sabtu (01-03/12), di halaman Boyang Assamalewuang, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Para penyandang disabilitas yang merupakan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari enam kabupaten di Sulbar mengikuti sejumlah kegiatan. Diantaranya karnaval, pameran hasil kerajinan tangan, lomba tata boga hingga fashion show. SLB Polewali ditetapkan sebagai juara umum dalam kegiatan tersebut.

Pantauan wartawan, Sabtu (03/12), setidaknya ada dua jenis lomba yang menarik perhatian penonton pada kegiatan bertema Gebyar HDI. Diantaranya tata boga dan fashion show. Pada lomba tata boga, setiap peserta menunjukkan kemampuan menciptakan aneka jenis makanan khas yang tidak menggunakan beras. Salah satunya tumpeng berbentuk hati yang terbuat dari singkong, karya murid SLB Wonomulyo, Polewali Mandar.

Sementara pada lomba fashion show, para peserta disabilitas tidak hanya menunjukkan kemampuan berlenggak lenggok di atas panggung layaknya model profesional, aksi mereka mampu menarik perhatian hingga mengundang sorak sorai penonton, lantaran menggunakan kostum yang terbuat dari bahan daur ulang. Seperti kantong plastik, karung goni, hingga kulit jagung.

Sekretaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, sebagai bentuk penghargaan kepada para siswa penyandang disabilitas.

“Bentuk penghargaan seperti ini sangat berarti untuk pengembangan potensi anak-anak penyandang disabilitas,” komentar Idris saat memberi sambutan pada puncak acara Gebyar HDI 2022, Sabtu (03/12/2022).

Sementara itu, salah satu wakil orang tua siswa, Muhammad Jufri Badau berharap anak-anak penyandang disabilitas yang berpotensi dapat melanjutkan pendidikan setelah tamat di SLB, sebagaimana anak-anak yang lain. Jufri berharap Pemprov Sulbar bisa memfasilitasi kelanjutan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus ke tingkat yang lebih tinggi dengan menyediakan asrama untuk mereka.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Dikbud Sulbar, Yusran mengatakan kegiatan  peringatan HDI tahun ini dilaksanakan lebih meriah, untuk menyemangati para siswa SLB setelah dua tahun kegiatannya terbatas karena pandemi COVID-19.

“Karena selama ini siswa ini tidak pernah melakukan kegiatan yang sifatnya luring, karena selama ini melalui daring, pada kesempatan ini gebyar disabilitas, kita menampilkan dengan berbagai keterampilan dan keahlian dari siswa SLB,” kata Yusran yang dikonfirmasi terpisah.

Yusran berharap, kegiatan ini menjadi pelecut semangat para penyandang disabilitas untuk terus berkarya. Masyarakat juga diharap terus memberi dukungan agar penyandang disabilitas semakin mandiri.

“Harapan utama kami adalah, bahwa masyarakat dapat melihat bahwa penyandang disabilitas itu punya kemampuan, punya kelebihan yang tidak bisa diukur orang normal, pasti Allah sudah memberi kemampuan tersendiri bagi mereka (penyandang disabilitas) bahwa dibalik kekurangan pasti ada kelebihan,” pungkasnya.

Yusran menyebut jumlah peserta didik disabilitas sebanyak 1.205 siswa, tersebar pada 13 SLB Negeri dan 12 SLB Swasta se-Sulbar. (emd/thaya)

__Terbit pada
04/12/2022