Gambar ilustrasi. (int)

Pengerjaan DAK SMK di Polman Terancam tak Selesai Desember 2022

POLEWALI MANDAR, – Kegiatan fisik sejumlah SMK (sekolah menengah kejuruan) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang biayanya dari DAK (dana alokasi khusus) bidang pendidikan  2022, terancam tidak selesai akhir Desember ini. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat mengaku hanya akan membayar berdasarkan bobot pekerjaan yang telah diselesaikan.

Pantauan di beberapa SMK, masih berlangsung pengerjaan dengan progres fisik bervariasi dari 50 sampai 75 persen. Dengan sisa waktu kurang dari satu bulan, tidak diyakini rampung sesuai batas paling lambat akhir Desember 2022.

“Melihat progresnya sekarang, mungkin pelaksana akan mengajukan permintaan adendum,” kata Kepala SMKN Tinambung, Ridwan, Kamis (01/12/2022). Ridwan menyebut progres DAK 2022 di sekolahnya berkisar 75 persen.

SMK Negeri Tinambung memperoleh kucuran DAK 2022 Rp3,7 miliar lebih. Kegiatan yang dilaksanakan, yaitu pembangunan ruang kelas baru (RKB) enam unit, dan ruang praktik siswa (RPS) kompetensi keahlian atau jurusan Teknik Pengelasan. Selain itu, pembangunan empat ruang laboratorium untuk kimia, fisika, biologi, dan bahasa, kemudian pembangunan ruang OSIS dan ruang UKS. Semua kegiatan beserta pengadaan perabotnya.

Kondisi serupa juga disampaikan Kepala SMKN 2 Polewali Muliadi Nusir. Dirinya mengatakan, keterlambatan progres fisik kegiatan sangat dipengaruhi keterlambatan pengucuran dana dari Dinas Dikbud Sulbar.  Apalagi, kegiatan sejak awal terlambat dimulai, yaitu pada bulan Oktober 2022.

Lantaran kucuran dana terlambat, Pokmas (kelompok masyarakat) sebagai pelaksana kegiatan terpaksa berhutang ke toko bangunan untuk berbagai kebutuhan dengan modal kepercayaan.

“Pokmas terpaksa berhutang ke toko bangunan dengan modal kepercayaan, karena dana terlambat dari provinsi. Upah tukang juga tersendat, padahal seharusnya tidak boleh terlambat karena menyangkut kebutuhan sehari-hari keluarga mereka (tukang),” keluh Muliadi yang dikonfirmasi terpisah.

Mantan Kepala SMKN Pertanian Polman itu menyebut progres fisik dua item kegiatan DAK 2022 di sekolahnya sudah berkisar 40 persen, dan telah dilaporkan kepada Dikbud Provinsi. Muliadi menyebut fasilitator yang ditugaskan Disdikbud Provinsi sangat berpengaruh untuk pengucuran dana kepada pelaksana kegiatan. Karena itulah, ia berharap fasilitator aktif di lapangan supaya semua proses berjalan lancar.

Untuk diketahui, pada 2022 ini SMKN 2 Polewali memperoleh kucuran DAK sebesar Rp1,7 miliar lebih. Selain untuk pembangunan RPS jurusan Perhotelan beserta perabotnya, juga pembangunan RPS kompetensi keahlian Tata Busana sebesar Rp862 juta lebih. Progres fisik dua item kegiatan berkisar 40 persen.

Selain di Polman, progres pengerjaan DAK 2022 yang terlambat juga terjadi di kabupaten lain di Sulbar.

Menanggapi masalah tersebut, Plt. Kepala Dinas Dikbud Sulbar, Muh Natsir mengatakan kegiatan DAK fisik 2022 beberapa sekolah memang terlambat dimulai karena beberapa hal teknis.  Salah satunya keterlambatan pembentukan Pokmas. Namun begitu, menurut Natsir, dalam hitungan teknis waktu pelaksanaan masih cukup. Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan pembobotan terhadap pekerjaan yang terlambat dan akan membayar sesuai progres fisik setiap kegiatan.

“Memang untuk SMK memulai pekerjaan ada keterlambatan karena beberapa hal teknis, salah satunya (keterlambatan) pembentukan Pokmas. Namun dalam hitungan teknis terkait waktu sampai Desember, masih cukup. Jika terjadi keterlambatan, langkah yang akan kami lakukan adalah melakukan pembobotan terhadap progres fisik di setiap sekolah. Jadi berapapun progresnya, itulah yang akan dibayarkan,” jelas Natsir, yang juga Kepala Inspektorat Provinsi Sulbar, melalui WhatsApp, Jumat 2 Desember. (emd)

__Terbit pada
03/12/2022
__Kategori
Pendidikan