Ketua Panitia FGD bertajuk Eksistensi Diaspora Kampung Jawa di Kabupaten Polewali Mandar, Ichsan Sahibuddin (ist)

FGD Diaspora Kampung Jawa Hasilkan Rekomendasi Hari Jadi Wonomulyo

WONOMULYO,- Puluhan stakeholder mengikuti Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk Eksistensi Diaspora Kampung Jawa di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. FGD yang difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, menghasilkan rekomendasi hari jadi Wonomulyo.

“Wonomulyo ini memiliki peran strategis sebagai kawasan ekonomi sejak lama, dan FGD ini telah menghasilkan beberapa rekomendasi antara lain, hari jadi Wonomulyo dan bagaimana dukungan kita semua agar daerah makin mandiri dan maju dalam pelayanan masyarakat, ini amat strategis sebab ide hari jadi juga telah lama menjadi wacana warga,” kata Ketua Panitia FGD Ichsan Sahibuddin dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (07/12/2022).

FGD dihadiri sejumlah elemen masyarakat, serta Asisten I Pemkab Polewali Mandar, Dr. Agusnia Hasan Sulur. Berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu (5-7/12)  di Pendopo Kantor Camat Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Dua narasumber menjadi pemantik utama persamuhan Diaspora ini. Diantaranya, Dr. Abdul Rahman Hamid salah seorang sejarawan Mandar yang juga dosen sejarah di Unila, Lampung, dan Adi Arwan Alimin penulis buku Kampung Jawa di Tanah Mandar: Kronik Kedatangan Kolonis Mapilli

Resume Asisten Residen Mandar W.J. Leyds yang pernah berkuasa di Mandar dari tahun 1935 hingga 1940 memberikan pemahaman baru mengenai eksistensi awal Kolonis Mapilli yang saat menjadi bagian tak terpisahkan dari Balanipa.

Kawasan kolonis Mapilli yang mulai dirintis sejak 1 September 1937 ini mengalami perkembangan spektakuler di jazirah Mandar. Bekas tanah trans koloni itu lalu menjadi episentrum ekonomi sangat berpengaruh bagi Polewali Mandar secara khusus dan kabupaten lain di sekitarnya.

Catatan yang ditinggalkan menjadi monumen primer bagi gagasan Hari Jadi Wonomulyo dalam sudut pandang administratif.

“Saya merekomendasikan hari jadi ini dimulai dari sumber catatan Leyds, agar kita tidak menetapkan hari jadi Wonomulyo nanti seolah menjadi jadi-jadian,” jelas Dr. Rahman sejarawan Mandar yang menulis buku  Jaringan Maritim Mandar, yang menghadiri FGD via daring.

Sementara itu Adi Arwan Alimin mengemukakan, istilah Wonomulyo dicetuskan oleh Wedana Raden Soeparman bersama tokoh-tokoh masyarakat Jawa ketika itu, setelah Achmad Lamo mantan Komandan Yon Andi Mattalatta bertugas di Mandar.

“Saat itu ia mengusulkan agar Wedana Soeparman memberi nama baru bagi kawasan yang mulai berkembang saat itu. Dua dekade kemudian Achmad Lamo menjadi Gubernur Sulawesi Selatan,” terang Adi Arwan. (rls/thaya)

 

 

__Terbit pada
09/12/2022
__Kategori
Pemerintahan, Sosial