Gamabr Ilustrasi. Sumber :int

Tanah Longsor Renggut Dua Korban Jiwa di Mamasa

MAMASA,- Dua warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, meregang nyawa akibat tertimpa tanah longsor. Tiga warga lainnya menderita luka dan belum dapat dievakuasi ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis, lantaran terhalang belasan titik longsor yang menutup akses jalan.

Peristiwa naas terjadi di Desa Tabulahan, Kecamatan Tabulahan, Kamis sore (30/6) kemarin, sekira pukul 16:30 wita.

Camat Tabulahan Marthina Polopadang menyebut, saat kejadian kedua korban sedang berteduh di pondok akibat hujan mengguyur deras. Sejak beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah ini.

“Kedua korban sedang berteduh karena hujan, tiba-tiba longsor tidak bisa dihindari,”kata Marthina saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Jumat pagi (1/7/2022).

Menurut Marthina, kedua korban meninggal ditemukan pada tempat berbeda. Korban pertama bernama Dominggus (59 tahun), ditemukan tertimbun longsor di pondak sawah, sementara korban kedua bernama Aril Mangannang (60 tahun) ditemukan tertimbun longsor di pondok kebun miliknya.

“Satu di pondok kebun, satunya di pondok sawah,”ungkap kata Marthina.

Terungkapnya peristiwa naas yang merenggut korban jiwa, bermula dari laporan tiga warga yang berhasil selamat dari terjangan tanah longsor saat berada di pondok sawah.

“Ada anak-anak yang kena longsor, dia selamat lalu pergi panggil orang, bilang ada yang kena longsor (Dominggus). Setelah warga menuju lokasi, korban tidak terlihat ternyata ditimbun longsor,”tutur Marthina.

Sementara Aril Mangannang ditemukan, setelah keluarga curiga lantaran korban tidak kunjung pulang ke rumah meski hari sudah petang.

“Terus yang satunya (Aril Mangannang) ditemukan di kebun sekira jam tujuh malam. Keluarga melakukan pencarian karena belum pulang. Sampai di sana ternyata juga kena longsor,”imbuh Marthina dengan nada terisak.

Diakui Marthina, upaya petugas medis mengevakuasi tiga korban selamat yang menderita luka akibat tertimpa tanah longsor, sulit dilakukan karena akses jalan terputus.

“Yang tiga ini luka, paramedis mau ke sana, tapi jalanan tidak bisa dilalui kendaraan karena ada sejumlah titik longsor,”terangnya.

Marthina mengaku telah melaporkan peristiwa ini kepada dinas terkait. Ia berharap pemerintah segera mengirim alat berat untuk menggusur material longsor, agar proses evakuasi korban tertimpa longsor menuju Puskesmas untuk mendapat perawatan, segera dapat dilakukan.

“Butuh alat berat, karena medis mau masuk (Tabulahan) menjemput yang tertimpa longsor, karena ada yang sakit luka, tidak bisa mobil masuk,”tutupnya. (Thaya)

__Terbit pada
01/07/2022
__Kategori
Peristiwa