Salah satu pengunjung berfoto dengan latar landmark kawasan agro wisata Kebun Raya Bulo, di Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, beberapa waktu lalu.

Pekebun Montong Bulo Kewalahan

LEBIH setengah hari waktu mendatangi beberapa tempat. Untuk mendapatkan buah yang sedang dicari oleh banyak orang. Hasilnya nihil. Para pekebun buah yang dicari itu memberi jawaban sama: minta maaf sudah habis. Yang lain bilang kosong. Masih menunggu masanya buah matang.

Sabtu 28 Mei. Banyak pengunjung terpaksa kecewa. Sengaja datang dari jauh untuk berakhir pekan bersama keluarga. Berakhir pekan menikmati alam pegunungan sambil mencicipi buah berduri yang digemari banyak orang. Tidak sedikit pengunjung dari luar Polewali Mandar. Ada juga dari kabupaten di Sulawesi Selatan. Termasuk dari Makassar. Yang sengaja datang bersama keluarga. Atau rombongan reunian. Banyak mobil berseliweran. Termasuk beberapa mobil mewah.

Satu-dua pekebun mengaku menyimpan buah itu. Tapi jumlahnya sangat terbatas. Sengaja disiapkan untuk pemesan yang sudah antre sejak beberapa pekan lalu. Kebun mereka penuh pohon durian. Terlihat buahnya bergelantungan di tangkai pohon. Besar-besar. Banyak buah yang hampir menyentuh tanah. Bikin ngiler. Melihat buah yang ditunggu waktunya matang.

“Untuk sementara kita masih menunggu (buah) matang,” jelas Aco Masruddin Mogot, pemilik kebun Bukit Merdeka. Ia terpaksa minta para pengunjung bersabar menunggu masa panen beberapa pekan ke depan. Sampai masanya buah matang di pohon. Bukan matang dipaksa.

Pekebun lainnya, Edy Rasyid mengatakan satu-dua buah yang sudah ada, tapi belum matang. “Rasanya beda dengan yang matang di pohon,” katanya di areal kebun raya Bulo.

Setengah hari lebih “berburu” durian Montong di Bulo. Jenis buah durian yang dicari banyak orang. Berukuran besar, beratnya ada yang sampai 10 kilogram perbuah. Dagingnya tebal dan manis, lezat dinikmati. Satu buah cukup untuk dinikmati beberapa orang. Sangat beda dengan durian lokal yang dikenal selama ini. Sejak beberapa tahun terakhir, Bulo dikenal sebagai surga bagi para penggemar durian montong.

Rasa lelah berburu durian montong sedikit berkurang dengan beristirahat di resto Loko Pambare-ware. Sederhana, tapi cukup refresentatif. Menyediakan beberapa jenis menu tradisional yang memiliki citarasa khas. Satu kali datang ke sana, hampir pasti mau datang lagi. Yang belum pernah ke sana, sebaiknya tak perlu ragu menyempatkan waktu untuk mencoba.

Bulo berjarak 58 kilometer dari Polewali, ibukota kabupaten Polewali Mandat. Jalanan ke Bulo sudah beraspal mulus. Malah sudah belasan kilometer melewati Bulo, sampai ke Matangnga. Yang sempat terkenal karena peristiwa kecelakaan pesawat Adam Air, tahun 2007 lalu. Dengan jalanan yang kini beraspal mulus, kendaraan ramai lalu-lalang ke sana. Banyak pejabat Polman rajin menjadi petani setiap akhir pekan. Sambil menengok “rumah kebun”-nya.

Bulo makin dikenal pula dengan destinasi wisata agro dan wisata alam. Destinasi wisata agro, antara lain Kebun Raya Bulo dan Bukit Merdeka yang dipadati pohon durian. Ada juga obyek wisata alam. Negeri di atas awan yang berlokasi di beberapa tempat. Di sana tersedia fasilitas gazebo dengan harga terjangkau. (M Danial)

__Terbit pada
29/05/2022
__Kategori
Travel, Wisata