Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar, hadiri pertemuan pertemuan tahunan BI, di Ballroom Hotel Grand Maleo Mamuju, Rabu (24/11) kemarin. ist

Wagub Enny Apresiasi Program BI Sulbar

MAMUJU,- Kehadiran Bank Indonesia (BI) di Sulawesi Barat (Sulbar) memberikan warna baru pada sektor pembangunan. Kebijakan yang didukung oleh data dan analisis yang komprehensif merupakan salah satu bukti keseriusan BI dalam menjadi mitra strategis bagi pemerintah Sulbar.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggaraeni Anwar, saat menghadiri pertemuan tahunan BI, di Ballroom Hotel Grand Maleo Mamuju, Rabu (24/11) kemarin.

Pertemuan Tahunan BI pada tahun 2021, mengusung tema “Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi.

“Saya mengapresiasi program-program yang telah dilakukan oleh Kantor Perwakilan BI Sulbar dalam aspek menjaga  stabilitas inflasi. BI  bersama dengan TPID provinsi dan TPID kabupaten senantiasa menjaga inflasi Sulbar pada tingkat yang rendah dan stabil. Pada Oktober 2021, inflasi Sulbar tercatat sebesar 3,41 persen secara tahunan, masih dalam rentang inflasi nasional yaitu sebesar 2-4 persen,”kata Enny melalui rilis yang diterima wartawan, kamis (25/11/2021).

Enny mengungkapkan, pertemuan tahunan BI merupakan wadah yang tepat untuk bergandengan tangan, menyatukan langkah, serta bersinergi dan berinovasi untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi Sulawesi Barat.

“Mari kita semua pada hari ini bersama-sama mengevaluasi progres pembangunan Sulbar 2021, serta berdiskusi mengenai langkah strategis ke depan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang maju dan malaqbi,”ajak Enny

Enny juga berharap, tali persaudaraan dan sinergi yang selama ini terjalin dapat dilanjutkan dan diperkuat demi masyarakat Sulbar.

“Saya mengajak seluruh OPD dan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten untuk bersinergi dan berinovasi dengan BI, bersama-sama membangun optimisme pemulihan ekonomi Sulbar, demi mewujudkan pembangunan,” imbuh Enny

Menurut Enny, apa yang dilakukan BI merupakan langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Diakui, pembinaan yang dilakukan BI kepada kelompok tani dan nelayan berjalan baik.

“Saya banyak mengikuti kegiatan BI  di sektor UMKM itu sangat luar biasa. Kita sudah menerima laporan terkait dorongan BI kepada seluruh pelaku UMKM dari sektor pertanian, perkebunan hingga para pelaku UMKM menengah itu tumbuh positif,”tuturnya

Olehnya itu, Enny meminta BI meningkatkan kegiatan untuk mendorong para pelaku UMKM.

“Kita harapkan BI selalu memberikan edukasi kepada para pelaku usaha agar pertumbuhan ekonomi kita terus bangkit,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulbar, Hermanto menyampaikan terkait pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat 2021. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Sulbar mengalami kontraksi di Triwulan I atau melambat sebesar 1,28 persen. Pertumbuhan ekonomi mulai membaik di Triwulan ke-II sebesar 5,07 persen. Kemudian, kembali mengalami penurunan di Triwulan ke-III sebesar 2,54 persen.

“Ini artinya pada Triwulan ke-II, pertumbuhan ekonomi di Sulbar jauh lebih baik ketimbang Triwulan ke-III hanya 2,54 persen. Ekonomi tetap tumbuh, hanya saja melambat di Triwulan ke-III ini. Keyakinan kami pertumbuhan ekonomi di 2022 akan semakin meningkat dibandingkan 2021,”pungkasnya. (adv)

 

 

__Terbit pada
25/11/2021
__Kategori
Pemerintahan