TANGKAP LAYAR : Perkelahian remaja wanita berseragam sekolah di Pasar Baru Luyo, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (03/11/2021) lalu.

Terekam Kamera, Dua Remaja Wanita Terlibat Perkelahian di Pasar Baru Luyo

LUYO,- Dua remaja wanita di Kabupaten Polewali Mandar, terlibat perkelahian di pelataran pasar. Aksi keduanya terekam kamera yang videonya beredar luas.

Dalam video pendek berdurasi 16 detik, terlihat kedua remaja terlibat baku pukul dan saling jambak. Bahkan keduanya  saling tending saat berguling di lantai. Sempat terdengar, salah satu remaja melontarkan kata-kata kasar dan makian.

Kedua remaja yang terlibat perkelahian diduga masih berstatus pelajar. Apalagi satua diantaranya masih mengenakan seragam batik dan rok panjang berwarna biru, khas pelajar. Sementara remaja wanita lainnya, memakai kaos panjang berwarna ungu, celana panjang berwarna biru, serta bersepatu berwarna kuning.

Perkelahian melibatkan kedua remaja wanita ini terhenti, setelah dilerai remaja lainnya yang juga berseragam pelajar.

Diketahui, perkelahian melibatkan kedua remaja wanita ini terjadi di pelataran Pasar Rakyat Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (03/11) lalu.

Remaja yang terlibat dalam perkelahian tersebut disebut-sebut berinisial DW dan MY, pelajar asal SMPN 2 Campalagian, di Desa Baru, Kecamatan Luyo.

“Kejadiannya waktu hari rabu siang, keduanya anak SMPN 2 Luyo, DW dan MY, ” ungkap salah satu pelajar yang enggan disebut namanya, kepada wartawan, Jumat siang (05/11/2021).

Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 2 Campalagian, drs H Sukiman mengaku belum bisa memastikan apakah kedua remaja yang terlibat perkelahian tersebut, adalah pelajar di sekolahnya. Namun demikian ia mengaku, seragam yang dipakai salah satu remaja dalam video perkelahian tersebut, mirip seragam pelajar di sekolahnya.

“Kalau berbicara masalah seragam, ada kemiripan dengan seragam SMPN 2 (Campalagian). Cuma persoalannya, terlepas dari itu, ada juga seragam yang sama kemiripan dengan sekolah lain. Biasanya seragam batik itu sama dengan sekolah lain, makanya belum bisa kita prediksi apakah siswa ini memang dari SMPN 2 atau SMP yang lain,” ujar Sukiman terpisah.

Sukiman memastikan, akan mencari tahu identitas kedua remaja wanita yang terlibat perkelahian. Termasuk melakukan upaya antisipasi apabila benar keduanya berasal dari SMPN 2 Campalagian. Harapannya kejadian tersebut tidak berbuntut panjang.

“Olehnya itu, kami sebagai penanggung jawab sekolah, ketika ada anak kami yang terlibat, tentunya ada semacam mediasi yang perlu kita luruskan bersama. Yang pertama, tentunya kita akan klarifikasi kejadiannya seperti apa, dan kemudian untuk tindak lanjutnya nanti kita akan panggil orang tua siswa, dalam kaitan untuk pembenahan dari kegiatan ini. Kita tahu persis, bahwa hal seperti ini sangat riskan memalukan dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (Thaya)

 

__Terbit pada
05/11/2021