Sejumlah warga berupaya menyelamatkan kopra yang terendam banjir. Selain itu, banjir akibat curah hujan tinggi ini, turut mengenangi belasan rumah warga Dusun Passairang, Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (02/11/2021).

Belasan Rumah dan Puluhan Ton Kopra di Campalagian Terendam Banjir

CAMPALAGIAN,- Belasan rumah di Kabupaten Polewali Mandar, terendam banjir. Selain itu, banjir turut merendan puluhan ton kopra putih milik warga setempat.

Peristiwa terjadi di Dusun Passairang, Desa Parappe, Kecamatan Campalagian. Banjir akibat curah hujan tinggi ini, terjadi sejak Senin malam (01/11), sekira pukul 21:00 wita.

“ Terendam (banjir) sejak tadi malam, gara-gara hujan yang lebat, “ kata salah satu warga, Sudirman Abu kepada wartawan, Selasa (02/11/2021).

Selain karena tingginya curah hujan, Sudirman menyebut, banjir kerap terjadi karena penyempitan saluran drainase di sekitar pemukiman warga, membuat air cepat meluap.

“ Setiap hujan, daerah sini pasti naik air, karena penyempitan drainase sehingga air cepat meluap, “ ungkapnya.

Menurut Sudirman, peristiwa banjir ini mengakibatkan warga setempat menelan kerugian puluhan juta rupiah. Pasalnya, puluhan ton kopra putih milik warga yang sudah siap jual, rusak karena terendam banjir. Bahkan tidak sedikit kopra hanyut terbawa arus banjir.

“ Dampak yang ditimbulkan ini, kerusakan yang cukup merugikan warga, umumnya pengusaha kopra putih di sini, karena ini kopra yang sudah siap kirim, harus dijemur ulang, itupun jadi kopra hitam, jadi cukup merugikan warga di sini, kerugian itu puluhan juta, “ pungkasnya.

Berdasarkan pantauan wartawan, hingga selasa pagi, ketinggian banjir yang menggenangi pemukiman masih mencapai tiga puluh centimeter. Sementara warga setempat, berupaya mengamankan kopranya yang bisa diselamatkan.

Warga juga tampak berupaya membersihkan saluran drainase yang tersumbat, agar air yang menggenangi pemukiman dan telah merendam kopra, segera surut.  Warga berharap, pemerintah melakukan upaya antisipasi banjir susulan, apalagi sejak sepekan curah hujan tinggi terus melanda daerah ini. (Thaya)

 

__Terbit pada
02/11/2021
__Kategori
Peristiwa, Sosial