TANGKAP LAYAR : Pasangan pengantin baru di Dusun Kebumen, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, diarak menggunakan gerobak dorong menuju lokasi pesta pernikahan, Jumat (01/10/2021).

Viral, Pasangan Pengantin Baru di Wonomulyo Diarak Gunakan Gerobak Dorong

WONOMULYO,- Pemandangan unik terjadi pada pesta pernikahan di Kabupaten Polewali Mandar. Kedua mempelai diarak menggunakan gerobak dorong menuju lokasi pesta pernikahan.

Dalam rekaman video pendek yang telah viral di media sosial, masing-masing pengantin yang tampak memakai pakaian khas suku jawa, duduk di atas gerobak dorong yang telah dihias.

Layaknya raja dan ratu, beberapa warga seolah mengawal sambil memayungi kedua pengantin agar tidak kepanasan. Ratusan warga juga terlihat mengiringi kedua pengantin baru ini, menuju lokasi pesta pernikahan.

Diketahui, pesta pernikahan unik ini terjadi di Dusun Kebumen, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Jumat lalu (01/10).

Pengantin baru yang diarak menggunakan gerobak dorong, bernama Sujarwandi dan Arum Intan Sari. Keduanya diarak sejauh lebih kurang lima puluh meter.

Saat dikonfirmasi, pihak keluarga Sujarwandi mengaku sengaja mengarak kedua mempelai menggunakan gerobak dorong, untuk memberikan kesan berbeda dan unik pada pesta pernikahan tersebut.

“ Itu masalahnya dari keluarga saya sendiri, artinya tiba-tiba muncul, ada pikiran untuk mengagetkan orang di sini, kejutan, soalnya sejak dulukan belum ada begituan, paling dokar dan bentor dan itu tidak terlalu mengejutkan, ” kata ayah mempelai pria, H Wasito kepada wartawan di rumahnya, Minggu siang (03/10/2021).

Menurut Wasito, ide mengarak kedua mempelai menggunakan gerobak dorong yang biasanya dimanfaatkan warga untuk mengangkat batu merah, muncul secara tiba-tiba.

“ Muncul dalam pikiran menggunakan gerobak pembuatan batu merah, dan disepakati keluarga saya. Dipakailah gerobak, malamnya gerobak disiapkan, dihias, disiapkan untuk membawa pengantin, “ bebernya.

Kendati harus diarak menggunakan gerobak dorong yang biasanya dipakai warga untuk membawa batu batu, kedua mempelai diakui tidak protes. Wasito menyebut kedua mempelai bahagia, menjalani semua proses dalam pesta pernikahan, yang telah persiapkan keluarga.

“ Tidak ada penolakan, karena dia (pengantin) pasrah. Terserah bagaimana caranya keluarga membuat acara. Istilahnya bahagia, “ pungkas Wasito sambil tersenyum. (Thaya)

 

 

 

__Terbit pada
03/10/2021
__Kategori
Sosial