Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Barat Enny Anggraeni Anwar. (ist)

Dua Tim untuk Kawal Rekomendasi Rapim Pemprov Sulbar

MAMUJU,- Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung akhir pekan lalu, menghasilkan sejumlah rekomendasi dan rencana tindak lanjut percepatan pencapaian kinerja pembangunan di sisa akhir masa jabatan Gubernur – Wakil Gubernur periode 2017-2022 (Ali Baal Masdar -Enny Anggraeni Anwar).

Untuk mengawal pelaksanaan rekomendasi dan RTL, dibentuk dua tim kecil. Tim I dipimpin Gubenur ABM, tim II dipimpin Wagub Enny didampingi Sekprov Muhammad Idris.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan, pembentukan tim kerja merupakan bentuk keseriusan untuk percepatan pencapaian kinerja, yang menjadi rekomendasi penuntasan pekerjaan yang belum rampung, sesuai janji kerja Gubernur-Wagub periode 2017-2022.

Masa jabatan Gubernur-Wagub akan berakhir pertengahan Mei 2022 mendatang. Intinya, berusaha maksimal menuntaskan program yang telah direncanakan untuk yang terbaik bagi rakyat Sulbar.

“Saya mengharapkan hasil Rapim berupa rekomendasi untuk percepatan pencapaian pembangunan di Sulbar, dapat terlaksana dengan lancar sesuai yang direncanakan, untuk memaksimalkan penyelesaian pekerjaan yang belum rampung,” jelas Gubernur Ali Baal Masdar, usai acara penutupan Rakerpim, Sabtu 23 Oktober sore. Rakerpim yang dilaksanakan Bappeda Sulbar, berlangsung tiga hari sejak 21 Oktober di Hotel Four Point, Makassar. Peserta Rakerpim, terdiri Gubernur, Wagub, Sekprov, para kepala perangkat daerah Pemprov, para Staf Ahli dan Tenaga Ahli Gubernur Sulbar.

Gubernur mengatakan, pembentukan dua tim kecil untuk mengawal rekomendasi Rakerpim, merupakan bentuk keseriusan Pemprov memaksimalkan kinerja hingga akhir masa jabatan pada pertengahan Mei tahun depan.

Dijelaskan, bahwa untuk melaksanakan tindak lanjut rekomendasi, dilakukan perubahan strategi kerja karena berbagai kendala dan hambatan. Pandemi Covid-19 sejak awal 2020 mengharuskan refocusing anggaran, disusul bencana gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju, pertengahan Januari 2021 lalu. Terjadi juga bencana banjir dan longsor di berbagai tempat dalam wilayah Sulbar. Karena itulah, Gubernur berharap tim kerja yang dibentuk fokus pada tujuan dsn bekerja sungguh-sungguh untuk pencapaian sasaran.

Wagub Enny Anggraini Anwar pada forum Rakerpim mengingatkan para kepala OPD lebih fokus pada program yang sudah ada. Jangan lagi mencari program baru yang belum tentu dapat dimaksimalkan di akhir jabatan Gubernur-Wagub saat ini. “Harus  fokus pekerjaan dan kegiatan yang sudah direncanakan, jangan saling menyalahkan, bagaimana membina kekompakan tim kerja” tandasnya.

Sekretaris Daerah Pemprov Sulbar, Muhammad Idris melaporkan, rapat kerja pimpinan tersebut merupakan feedback konstruktif dari pimpinan kepada organisasi yang dinilai seluruh  kaki tangan organisasi dapat bekerja secara maksimal demi mencapai satu tujuan dan kemajuan bagi daerah.

Rekomendasi Rakerpim terdiri  RTL  jangka pendek (tahun anggaran 2021), dan jangka menengah (tahun anggaran 2022). Rekomendasi jangka pendek, antara lain mempercepat penyelesaian Perubahan APBD dan DPA OPD tahun 2021, realisasi belanja hibah, baksos dan belanja barang kepada masyarakat sesuai persyaratan ketentuan, dan fokus pada penanganan pandemi Covid-19 dengan memaksimalkan jangkauan vaksin.

Untuk meningkatkan PAD, akan dilakukan ekstensifikasi dan intensifikasi pajak daerah secara optimal. Terkait Ekstensifikasi retribusi daerah, OPD yang memiliki potensi retribusi harus melakukan kajian yang komprehensif untuk bahan pengambilan kebijakan. Untuk pencapaian indikator ekonomi makro, laju pertumbuhan ekonomi ditarget 5,7 persen pada akhir 2021. Target penurunan angka kemiskinan 10,7 persen, indeks gini rasio 0,359 poin, pengangguran terbuka 4,9 persen, indeks pemangunan manusia (IPM) 67,11 poin. (emd)

__Terbit pada
24/10/2021
__Kategori
Pemerintahan