Sejumlah anak-anak mengangkat sepeda motor, untuk seberangi sungai Mambu, Minggu (12/09/2021). Sudah sepekan, warga Desa Arabua, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, kesulitan beraktivitas, karena sungai meluap akibat curah hujan tinggi.

Sungai Kerap Meluap, Warga Arabua-Polman Kesulitan Beraktivitas

TUTAR,- Sudah sepekan lebih warga Desa Arabua, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar, kesulitan beraktifitas. Sungai Mambu yang setiap hari mereka lalui ketika ingin keluar maupun kembali ke kampung, meluap akibat tingginya curah hujan.

Ketiadaan jembatan penghubung, membuat banyak warga di daerah ini nekat bertaruh nyawa, menerobos sungai kendati sedang meluap.

“ Sudah seminggu seperti ini, memang besar air gegara sering hujan. Tidak ada jalan lain, “ kata salah satu warga, Nurbaeti kepada wartawan, Minggu siang (12/09/2021).

Diakui Nurbaeti, tidak jarang ketinggian air sungai mencapai dada orang dewasa, membuatnya takut untuk melintas.

“ Biasa sampai segini (dada), kalau meluap air, kadang saya tidak menyeberang karena takut,” imbuh Nurbaeti yang menyeberangi sungai sambil memikul makanan kambing.

Warga lainnya Abdul Rasyid mengungkapkan, jika tidak musim hujan, sungai aman untuk dilewati. Menurut dia, warga lebih memilih melintasi sungai ini lantaran menghemat waktu. Akses  jalan lain terlalu jauh dan harus melewati jalan yang rusak parah.

“ Sebenarnya ada jalan lain, tapi terlalu jauh dan harus memutar. Jalannya juga masih rusak parah, “ ungkapnya.

Abdul Rasyid dan warga lainnya sangat berharap, pemerintah memberi perhatian, dengan membangun jembatan penghubung. Apalagi, sudah pernah ada warga di daerah ini terseret arus, ketika berupaya menerobos sungai.

“ Pernah ada orang hanyut. Untung tertolong. Sudah sempat terbawa air dengan motornya. Dia berdua dengan anak-anak, “ pungkas Abdul Rasyid.

Berdasarkan pantauan wartawan, kondisi sungai yang meluap, dimanfaatkan oleh warga lainnya khususnya anak-anak untuk meraup rupiah. Mereka menawarkan jasa pikul untuk menyeberangkan sepeda motor, dengan upah sepuluh ribu rupiah sekali melintas.

Tidak sedikit sepeda motor yang mati mesin, lantaran pemiliknya enggan memanfaatkan jasa pikul yang ditawarkan anak-anak, dan memilih menerobos arus sungai.

Diketahui, Sungai Mambu yang dilintasi warga, merupakan batas Desa Batupanga, Kecamatan Luyo dan Desa Arabua, Kecamatan Tutar.

Kondisi sungai yang terus meluap, juga mengakibatkan tebing sungai Mambu sepanjang lima puluh meter amblas, hingga mengikis sebagian jalan beton di Desa Arabua. (Thaya)

 

__Terbit pada
12/09/2021
__Kategori
Peristiwa, Sosial