Sumber Foto : Istimewa

Pasang Jerat Babi Sebabkan Warga Meninggal, Pria di Mamuju Diamankan Polisi

MAMUJU,- Seorang pria bernama Muliadi (41 tahun), warga Kabupaten Mamuju, terpaksa berurusan dengan polisi, lantaran jerat babi yang dipasang di kebun jagung miliknya, menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Korban bernama Sudaiyah (41 tahun), warga Dusun Pamombong, Kecamatan Simboro.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan mengungkapkan kronologis kejadian, berawal ketika korban meninggalkan rumah menuju kebun miliknya, Senin (06/09). Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung pulang, menimbulkan keresahan keluarga.

“ Karena khawatir, suami korban menuju kebun dengan maksud mencari korban. Korban didapati dalam keadaan tengkurap dan sudah meninggal, berada di tapal batas kebun korban dengan kebun Muliadi yang memiliki jerat babi beraliran listrik. Dugaan sementara korban meninggal karena sengatan listrik, “ kata Pandu saat menggelar konferensi pers di kantornya, Kamis siang (09/09/2021).

Selanjutnya kata Pandu, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, personil Unit Resmob Polresta Mamuju, langsung mengamankan Muliadi di rumahnya, di Desa Pati’di, Kecamatan Simboro, Rabu (08/09). Ia kemudian dibawa ke Polresta Mamuju untuk dimintai keterangan.

“ Dari hasil pemeriksaan, lelaki Muliadi mengaku telah memasang jerat babi yang dialiri listrik di kebun miliknya. Saat meninggalkan rumah, dia mengaku lupa mematikan aliran listrik pada jerat babi tersebut, “ ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Mualiadi mengaku baru mematikan arus listrik pada jerat babi yang dipasangnya, setelah kembali ke rumah. Saat melakukan pemeriksaan di sekitar kebun, ia terkejut melihat korban sudah terbujur kaku di dekat jerat babi.

“ Selanjutnya Muliadi mengangkat korban ke bawah pohon pisang yg berjarak sepuluh meter dari posisi jerat babi untuk memeriksa kondisi korban. Karena ketakutan dia meninggalkan korban di bawah pohon pisang, lalu mencabut power inverter dan aki sumber listrik di rumah kebun miliknya, kemudian meninggalkan rumahnya, “ beber Pandu.

Atas kelalaiannya, Muliadi dijerat polisi menggunakan pasal 338 subsider pasal 359 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“ Saat ini penyidik maupun penyidik ,pembantu masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi- untuk mendalami kejadian tersebut, “ pungkas Pandu. (Thaya)

__Terbit pada
09/09/2021
__Kategori
Peristiwa