Mudahkan Aktifitas Warga, Pemkab Polman Segera Bangun Jembatan di Tenggelang-Luyo

POLEWALI,- Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, akan segera membangun jembatan penghubung di Dusun Sanreko, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo. Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memudahkan aktifitas warga setempat, khususnya anak-anak yang hendak ke sekolah.

“ Tahun depan direncanakan ada pembangunan jembatan di daerah tersebut, dan sudah ada di dalam dokumen perencanaan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Husain Ismail kepada wartawan, Kamis (09/09/2021).

Menurut dia, pihaknya akan segera turun ke lokasi, untuk memastikan titik pembangunan jembatan.

“ Kita akan lihat dulu, apakah di titik ini yang mesti kita bangun jembatan atau titik lain di daerah tersebut, “ ungkap Husain.

Menurut Husain, usulan pembangunan jembatan di desa tersebut, masuk melalui Musrembang dan Apirasi Dewan. Ia juga menyebut, air sungai di daerah tersebut baru meluap saat musim penghujan.

“ Jika tidak musim hujan, sungainya aman untuk dilalui, “ pungkas Husain.

Sebelumnya diberitakan pada sejumlah media, puluhan anak asal Dusun Sanreko, harus menyeberangi sungai agar sampai ke sekolah.

Ketiadaan akses jalan lain, memaksa anak-anak di Dusun ini untuk mengalahkan rasa takut, menerobos arus sungai demi menuntut ilmu.

“ Tiap hari mesti melewati sungai ini, tidak ada jalan lain, mesti melewati sungai, “ ujar salah satu anak, Mariana kepada wartawan, Selasa lalu (07/09).

Diakui Mariana, tidak jarang dirinya gagal melanjutkan perjalanan menuju sekolah, lantaran pakaian yang dikenakan basah saat mencoba menyeberangi sungai yang kerap meluap, apalagi saat musim penghujan seperti sekarang ini.

“ Kalau air besar tidak ke sekolah, karena biasa pakaian basah saat melintas, terpaksa kita kembali (pulang), tidak bisa ke sekolah, “ ungkapnya sambil tertawa.

Kesulitan akibat ketiadaan jembatan penghubung kedua sisi sungai, tidak hanya dirasakan anak sekolah, tetapi juga warga lainnya. Salah satu warga Nurjannah mengaku kerap kesulitan mendapatkan sembako, saat air sungai meluap.

“ Kalau musim hujan, kita tidak bisa kemana-mana, kalau tidak ada beras di kampung kita menderita, biasa saya mencoba lewat pakai motor, tapi sering jatuh, “ tuturnya.

Menurut Nurjannah, dahulu pernah ada jembatan yang menghubungkan kedua sisi sungai  selebar lebih kurang tujuh meter ini. Namun keberadaan jembatan tersebut tidak lama, lantaran hancur akibat terjangan banjir.

“ Jembatannya dulu ada, baru satu tahun berjalan, hanyut, sudah sangat lama, tidak pernah diperbaiki, “ terangnya.

Nurjannah berharap, pemerintah segera membangun jembatan penghubung, untuk mengatasi kesulitan yang dirasakan warga, khususnya anak-anak yang hendak ke sekolah. Apalagi menurut dia, anak-anak di daerah ini juga harus berjalan kaki sejauh satu setengah kilometer untuk sampai ke sekolah. (Thaya)

 

__Terbit pada
09/09/2021
__Kategori
Sosial