Personil Polsek Urban Wonomulyo, menggelandang tersangka AL yang dilaporkan telah menganiaya istrinya, gegara uang arisan, Selasa malam (28/09/2021).

Gegara Uang Arisan, Seorang Wanita di Wonomulyo Babak Belur Dihajar Suami

WONOMULYO,- Seorang wanita berinisial MR (37 tahun), warga Kabupaten Polewali Mandar, menderita babak belur di bagian wajah akibat dianiaya suaminya. Tindak kekerasan dalam rumah tangga ini disulut persoalan uang arisan.

Saat mendatangi Polsek Urban Wonomulyo melaporkan peristiwa yang dialaminya, darah segar masih menetes dari hidung MR. Pakaian yang dikenakannya juga tampak dipenuhi noda bercak darah.

MR mengaku tindak kekerasan yang dialaminya terjadi ketika berada di dapur rumah, Selasa malam, sekira pukul 19:00 wita.  Tersangka yang diduga dalam pengaruh minuman keras, tiba-tiba menghampiri dan memukul wajahnya menggunakan tangan.

“ Sementara di dapur, dia tiba-tiba datang dan langsung memukul pakai tangan sebanyak dua kali. Pertama tidak luka, pukulan kedua sudah berdarah, “ ungkap MR kepada polisi, Selasa (28/09/2021).

Menurut MR, saat kejadian tersangka sempat menyinggung uang arisan yang dititipkan kepada dirinya. Namun belum juga memberikan penjelasan, tersangka langsung melakukan penganiayaan.

“ Sepertinya lagi mabuk, dia langsung tanya uang arisan, kita tidak bisa bicara karena dia langsung memukul, bahkan dia sempat mengancam akan membunuh saya, “ tutur MR sembari menggendong salah satu anaknya yang masih balita.

Karena takut, MR mengaku langsung meninggalkan rumah, dan berupaya meminta pertolongan tetangga.

“ Setelah itu, saya meninggalkan rumah, minta tolong sama tetangga untuk diantar ke kantor polisi, “ imbuh ibu dua anak ini.

Korban penganiayaan MR, saat berada di Polsek Urban Wonomulyo. MR melaporkan sumianya AL yang telah melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga, Selasa malam (28/09/2021).

Usai menerima laporan korban, polisi bergerak cepat menjemput tersangka di rumahnya, kemudian digelandang ke mapolsek untuk jalani pemeriksaan.

Kepada polisi, tersangka mengaku kesal, lantaran uang arisan sebesar dua juta rupiah yang dititipkan kepada korban, belum disetor sepenuhnya. Tersangka merasa malu, lantaran ditagih warga yang memiliki hak atas uang arisan tersebut.

“ Uang arisan saya, kan saya sudah serahkan dua juta. Kenapa cuman satu juta diserahkan ke orang. Siapa yang tidak marah, dia sudah bohongi saya. Saya ditagih orang, padahal uangnya sudah saya serahkan sama istri,” kilah AL dengan nada emosi.

Untuk kepentingan lebih lanjut, penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga ini, dilimpahkan ke Polres Polewali Mandar.

Sebelum digelandang ke Mapolres, tersangka AL sempat emosi, bahkan mengancam warga yang mendampingi istrinya ke kantor polisi. (Thaya)

__Terbit pada
28/09/2021
__Kategori
Peristiwa