Ketua Sahabat Penyu Muhammad Yusri, memeriksa kondisi bayi dugong yang ditemukan terdampar di pantai, kini diamankan di kawasan konservasi rumah penyu, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat sore (17/09/2021)

Ditemukan Terdampar dengan Bekas Luka, Bayi Dugong Dievakuasi ke Rumah Penyu

POLEWALI,- Seekor bayi dugong yang juga dikenal dengan nama duyung, ditemukan warga terdampar di pesisir pantai Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. Untuk penanganan lebih lanjut, malalia laut ini dievakuasi ke kawasan konservasi rumah penyu.

Ketua Sahabat Penyu Muhammad Yusri mengungkapkan, saat ditemukan warga, kondisi dugong sangat lemah. Bahkan pada bagian punggung terdapat bekas luka.

“ Kemungkinan besar bekas luka tersebut, hasil serangan predator di laut,” ujar Yusri saat dikonfirmasi wartawan di kawasan rumah penyu, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Jumat sore (17/09/2021).

Menurut Yusri, bayi dugong yang diperkirakan baru berusia setahun ini, ditemukan sekitar seminggu lalu, saat berenang di pesisir pantai. Warga setempat diketahui sempat mencoba membawa ke laut lepas, namun bayi dogong kembali berenang ke tepian.

“ Ditemukan satu minggu lalu dari sekarang, sedang berenang di pesisir pantai. Warga sempat berupaya membawa dugong kembali ke laut, tetapi tetap kembali berenang di sekitar situ. Karena khawatir akan mati, warga akhirnya meminta bantuan pemerintah, “ ungkapnya.

Diakui Yusri, proses evakuasi dugong ke kawasan konservasi rumah penyu, dilakukan bersama petugas terkait.

“ Saat proses evakuasi berlangsung, tentunya kami tetap koordinasi dengan yang ahli di bidangnya, karena kami juga tidak punya pengetahuan seputar dugong ini, “ tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, diduga bayi dugong ini terdampar lantaran terpisah dengan kawanannya. Induk bayi dugong diperkirakan sudah mati. Yusri berharap, kondisi bayi dugong cepat pulih, agar dapat segera dikembalikan ke lautan.

“ Menurut informasi yang kami terima dari warga, kemungkinan besar indukan duyung ini, sudah mati, jadi terpisah. Semoga kondisinya segera membaik, supaya segera mungkin bisa kami kembalikan ke laut lepas, ” pungkas Yusri.

Berdasarkan pantauan wartawan, saat ini bayi dugong ditampung dalam bak fiber berukuran panjang 2 meter dan lebar 1,5 meter. Sebelumnya, bak tersebut telah diisi air laut.

Untuk memulihkan kondisinya, sesekali Yusri terlihat memberi bayi dugong susu formula, yang diakui telah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak. Susu diberikan, menggunakan alat sederhana yang dirakit khusus.

Agar tidak menjadi tontonan warga yang berpotensi membuat bayi dugong sakit karena stress, untuk sementara waktu, Yusri membatasi kunjungan warga ke kawasan wisata konservasi rumah penyu. (Thaya)

__Terbit pada
17/09/2021
__Kategori
Peristiwa, Sosial