Tak Patuhi Prokes, Puluhan Warga Pasangkayu Terjaring Operasi Yustisi

PASANGKAYU- Puluhan warga di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, terjaring operasi yustisi karena tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat beraktifitas di luar rumah.

Tim terpadu Operasi Yustisi yang terdiri dari Personil Polres Pasangkayu, Polsek Bambalamotu, Koramil Randomayang, Satpol PP dan ASN melaksanakan operasi di Pasar Rakyat Tampaure, Kecamatan Bambaira. Selasa (6/7/2021).

Operasi dilaksanakan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Wilayah kabupaten Pasangkayu, sekaligus  memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi prokes untuk menekan penularan virus corona.

“Kita imbau masyarakat untuk selalu menerapkan prokes, yaitu 5M dengan memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi atau bepergian,” kata Kapolsek Bambalamotu, AKP Muhammad Nur SH.

Muhammad Nur yang dimintai keterangan di lokasi pelaksanaan operasi yustisi menyebut operasi dilaksanakan secara terpadu atau gabungan dari Polres dan Polsek Bambalamotu, Satpol PP, ASN dan TNI di Pasar Rakyat Tampaure berhasil.

“Kami menjaring 57 warga yang melangga tidak menggunakan masker, dan memberikan pemahaman menerapkan prokes 5M untuk mencegah penularan virus,” tandasnya.

Warga yang melanggar prokes dikenakan sangsi, yakni sebanyak 41 warga membersihkan saluran air di sekitar pasar dan 16 warga lainnya dikenakan denda oleh petugas dari Satpol PP Kabupaten Pasangkayu.

Kapolsek Muhammad Nur menambahkan, selain memberikan sangsi ringan kepada pelanggar prokes, Tim Gabungan Operasi Yustisi ini juga mengedukasi agar warga selalu ingat prokes, baik di rumah apalagi di luar rumah.

Beberapa warga yang terjaring melanggar prokes di Pasar Tampaure tersebut, ketika dimintai pendapat tentang operasi gabungan, itu menyebut upaya pemerintah menekan penularan Covid-19 diapresiasi oleh warga. Dan, umumnya mengaku keliru dan bersalah karena lalai mematuhi prokes.

“Saya secara pribadi mengakui kekeliruan dan kelalaian diri sendiri karena mengabaikan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah. Padahal, kesadaran ini harus dimulai dari sendiri untuk menyelamatkan diri dan orang lain,” ujar Nasir (45), warga yang terjaring operasi.

Tentang sangsi yang diberikan tim gabungan,”Saya kira ini penting agar warga semakin sadar, meskipun sangsinya tidak berat, tapi kan malu juga dilihat orang yang lalu lalang di pasar,” terang Nasir tersipu malu. (sur/red)

__Terbit pada
22/07/2021
__Kategori
kesehatan