Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, didampingi Tenaga Ahli Gubernur Sulbar bidang Ketenagakerjaan Firdaus Gigo Atawuwur, saat mengunjungi sarana dan fasilitas LTSA di Lombok Tengah dan UPTP Balai Latihan Kerja (BLK) Kemenaker di Lombok Timur, beberapa waktu lalu. IST

Sulbar – NTB Rintis Kerjasama, akan Adopsi LTSA Lombok Tengah

SULBAR,- Menindaklanjuti kunjungan kerja Gubernur Sulawesi Barat Ali Masdar ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) awal pekan lalu, pemerintah dua provinsi bersepakat menjalin kerja sama bidang ketenaga – kerjaan dan bidang lain sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Salah satunya, mengadopsi sistem kerja Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Lombok Tengah.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Ali Baal bersama Wakil Ketua DPRD Sulbar Abd Rahim, melakukan kunker ke Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, NTB. Di daerah berjuluk Pulau Seribu Masjid itu, Gubernur dan rombongan melihat sarana dan fasilitas ketenagakerjaan.

Tenaga Ahli Gubernur Sulbar bidang Ketenagakerjaan Firdaus Gigo Atawuwur, mengatakan kunjungan Gubernur Sulbar ke NTB atas undangan Dirjen Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Bina Lattas) Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk melihat sarana dan fasilitas Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Lombok Tengah dan UPTP Balai Latihan Kerja (BLK) Kemenaker di Lombok Timur.

Menurut Firdaus, saat bertemu Gubernur NTB Zulkieflimanyah di VIP Room Bandara Internasional Lombok, Gubernur Sulbar menerima secara simbolis bantuan sebanyak Rp1 Miliar untuk pemulihan ekonomi korban gempa Sulbar. “Pemprov NTB memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian untuk pemulihan ekonomi korban gempa Sulbar,” jelasnya.

Gubernur Ali Baal Masdar, menyatakan terkesan melihat penanganan pembinaan ketenagakerjaan yang dikinjungi, dan Pemprov NTB berkomitmen untuk saling membantu dengan Pemprov Sulbar dalam penanganan masalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di daerah masing-masing. Karena itulah, sistem pelayanan di LTSA Lombok Tengah akan diadopsi di LTSA yang segera dibangun di Sulbar.

Gubernur Sulbar juga terkesan saat mengunjungi Desa Migran, berupa upaya pemda setempat memberi pembinaan kepada PMI Purna, sehingga dapat melakukan usaha mandiri mendirikan UKM-UKM dengan memadukan pengalaman sebagai PMI di luar negeri. “Hal tersebut, sangat menarik sebagai model pembinaan PMI, sehingga warga Sulbar yang menjadi PMI di luar negeri diharap setelah kembali ke daerahnya bisa bekerja mandiri sebagai wiraswasta dan membuka lapangan kerja.” (emd)

__Terbit pada
04/04/2021
__Kategori
Pemerintahan