Wakil Ketua DPRD Sulbar, Usman Suhuriah (ist)

KINERJA PEMERINTAH DAERAH

Legislativ Corner

Oleh : Usman Suhuriah

Wakil Ketua DPRD Sulbar|Fraksi Golkar

Mengukur kinerja pemerintah ditujukan agar terdapat kejelasan tujuan apa sesungguhnya yang dikehendaki oleh pemerintahan.  Selain dimaksudkan agarterdapat penilaian oleh organisasi pemerintah dalam melihat kinerja internalnya. Atau dengankhasanah lebih luas bahwa dengan mengukur kinerja membuat adanya sarana“tanggunggugat” antara pemerintah kepada masyarakatnya.

Pengukuran kinerja sendiri bukanlahapa-apa,apalagi sekedar pemerlain dari era sebelumnya.  Bukan sekedar menggugurkan kewajibanseperti setelah memberikan pelaporan kinerja maka dianggap  selesai menjalankanpekerjaannya (kinerjanya).

Akan tetapi pengukuran kinerja dalam konteks pertanggungjawaban adalah menyangkut hal substansial bagi pemerintah.Untuk tidak sekedar tertuju kepada pertanggungan administrasinamun bagaimana pengukuranitu akan berkaitan dengan hal ;proses (process), keluaran (output), hasil (outcome), benefit (manfaat) dan Dampak(impact)untuk dikerjakan dengan baikhingga hasilnya benar-benar nyata di masyarakat.

Kehendak untuk memajukan daerah dengan melihat kinerjapemerintah daerah, untuk konteks pemda Sulbar,bisa mengaitkannya dengan visi yang dituangkan dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Sulbar 2017-2022.Halmana dari visi tersebut tentubisa diukur keberhasilannya.

Sebagai bentuk pengukuran, dengan mengutip  berbagai sumber,  patokannya akan melalui penetapan indikator.Hal ini terlihat lewat pengukuran proses.  Pengukuran ini menekankan kedisiplinan kepada penggunaan aturan.Begitu juga dengan kedisiplinan dalam merumuskan kebutuhan (bukan keinginan)yang diperuntukkan untuk masyarakatnya.

Dalam pengukuran inidapat dilihat kemampuan organisasi Pemda dalam menterjemahkan semua ketentuanyang dalam implementasinya disandarkan pada kepastian hukum. Dan segenapaturan itu tidak mengalami deviasiatau penyimpangan karena misalnya dipengaruhi kepentingan lain. Sehingga semakin disiplin dalam penerapan aturan atau makin mendekati tingkat kebutuhan riil masyarakat maka makin menunjukan kinerja positif.

Pengukuran berikut adalah indikator keluaran. Diantaranya mengukur jumlah produk atau jasa yang dihasilkan.Untuk sektor kesehatan misalkan,pengukuran ini didasarkan kepada jumlah  program pemeliharaan kesehatan, tingkat kematian, angka harapan hidup, perbandingan penduduk dengan dokter/tenaga medis dan juga mengenai angka kecukupan gizi bagi masyarakat. Begitupun pada sektor pendidikan, akan diukur tingkat partisipasi peserta didik, kualitas tenaga pengajar, kecukupan sarana/prasarana pendidikan, rata-rata tingkat pendidikan masyarakat. Semuanya ini akan ditujukan apakah mengalami peningkatan untuk disebut sektor-sektor tersebut hingga mencapai anggapan berkinerja baik.

Selanjutnya dengan pengukuran outcome (hasil). Antaranya ke pencapaian kwalitas produk/jasa yang dihasilkan dan pengukuran terhadap produktifitas sumberdaya pendukung atau para pegawai. Antara pencapaian kwalitas dengan produktifitassumberdaya pendukung menjadi objek pengukuran dalam pengukuran indikator hasil.

Berikut adalah pengukuran manfaat (benefit).Akan dilihat pada derajat kepuasan masyarakat. Pengukurannyaakan tergambar seberapa jauh persepsi masyarakat apakah menunjukan kesan positif. Masalah partisipasi apakah meningkat atau tidakjuga merupakan objek dalam menilai manfaat atau benefit ini.

Yang terakhir adalah pengukuran impact (dampak), yang diukur antara lainmeningkatnya kesejahteraan maupun peningkatan pendapatan masyarakat. Mengukur dampak yang diterima oleh masyarakat diantaranya kesejahteraan dan pendapatan.Ini akan dilihat sebagai bentuk pengukuran kinerja apakah dampaknya mengalami peningkatan hingga bisa disebut menunjukan pemerintah daerah berkinerja baik.

Dengan beberapa bentuk pengukuran kinerja di atas, meski diketahuibahwa organisasi pemdaSulbar sebagai bukan organisasi profit (perusahaan bisnis), namun memiliki tanggungjawab untuk menunjukan keberhasilan pemerintahan yang ditujukan dengan pengukuran kinerja dihadapan masyarakatnya

Menunjukan kinerja baik atau buruk sebagaimanaindikator kinerja seperti disebutkan di awal,  maka daerah ini akan dilihat kepada konsistensinya dengan menunjukannyadengan transparan melalui publikasi. Menunjukannya baik karena telah mencapai kinerja baik maupun menunjukannya karena dengan kinerja masih buruk.Menunjukan yang “buruk” bukanlah cacat pemerintahan. Namun dengan melakukan secara terbuka dengan tujuan perbaikan olehbelum maksimal dukungan sumberdaya yang tersedia adalah merupakan kebijakan tersendiri yang perlu dihargai.

 

 

__Terbit pada
05/04/2021
__Kategori
Opini, Parlemen