Tabrak Truk di Mapilli, Buruh Tani Meregang Nyawa

Tabrak Truk di Mapilli, Buruh Tani Meregang Nyawa

MAPILLI,- Korban tewas diketahui bernama Sahid Bin Muhammad (18 tahun), warga Desa Lambanan, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar.

Sahid yang diketahui beprofesi sebagai buruh tanam padi ini, tewas ditempat akibat patah leher.

Sementara satu korban lainnya bernama Muhammad Nasrul Bin Mursid (16 Tahun), langsung dilarikan ke RSUD Polewali Mandar, untuk jalani perawatan lebih lanjut karena patah tulang tangan kanan.

Kecelakaan naas ini, terjadi di Jalan Poros Kurma, Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis siang (16/05/19), sekira pukul 14:00 WITA. Kecelakaan ini  melibatkan sepeda motor dengan nomor polisi, DP 2322 AZ dengan truk dengan nomor polisi DP 8675 AG.

Korban Sahid yang berboncengan dengan Muhammad Nasrul, diketahui bergerak dari arah utara ke selatan, sementara truk yang dikemudikan Hardi Bin Rahim (25 tahun), warga Dusun Mapilli Barat, Kecamatan Mapilli, Kecamatan Mapilli, bergerak dari arah sebaliknya.

“ Awalnya truk hendak melambung mobil yang ada di depannya, tanpa di duga dari arah berlawanan melaju sepeda motor yang cukup kencang, mungkin karena kondisi jalan yang sempit dan sedikit menikung, korban tidak dapat mengendalikan sepeda motornya yang melaju cukup kencang,hingga akhirnya menabrak sisi samping bagian belakang truk “ ujar salah seorang saksi, Jufri kepada polisi.

Selain merenggut korban jiwa, kecelakaan ini mengakibatkan kerusakan parah pada sisi bagian belakang truk yang tertabrak, sementara sepeda motor milik korban ringsek rusak parah.

“ Anggota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, sejumlah saksi juga telah dimintai keteranga untuk mengungkap secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan serta sang pengemudi truk “ jelas Kanit Lantas Polsek Urban Wonomulyo, IPTU Syahrir kepada wartawan.

Berdasarkan sejumlah video yang kini beredar luas di media sosial, pasca kecelakaan korban ditandu oleh sejumlah warga menuju rumah kerabatnya di Desa Kurma, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kecelakaan.

“ Memang sudah hampir sebulan lamanya korban bolak balik dari kampung halamannya di desa Lambananan menuju rumah kerabatnya di Dusun Parredeang, Desa Kurma, karena sehari-hari bekerja sebagai buruh tanam padi, tadi rencananya korban mau keluar untuk beli makanan dan rokok setelah menanam padi bersama rekannya “ kata salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. (Thaya)

 

__Terbit pada
16/05/2019
__Kategori
Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *