Puluhan Anak di Mapilli Rawan Gizi Buruk, KAPUS : Kita Akan Fokus Lakukan Penanganan

Puluhan Anak di Mapilli Rawan Gizi Buruk, KAPUS : Kita Akan Fokus Lakukan Penanganan

MAPILLI,- Masalah gizi buruk masih menjadi ancaman bagi banyak anak khususnya balita di Kabupaten Polewali Mandar, salah satunya di Kecamatan Mapilli.

Puskesmas setempat mencatat sedikitnya 48 orang balita di daerah ini terencam menderita gizi buruk .  Mereka rata-rata berusia 8 bulan hingga 3 tahun tersebut, tersebar pada sejumlah desa, diantaranya Desa Kurma, Desa Rappang, Desa Beroangin, Desa Rumpa dan Desa Buku.

Banyaknya jumlah balita yang terancam gizi buruk , karena kurang mendapat makanan yang mengandung protein dan energy cukup, “ Kondisi tersebut dipicu oleh pola asuh orang tua pada anaknya, masalah ekonomi hingga fenomana pernikahan dini “ ungkap Kepala Puskesmas Mapilli, H Saldy Kursani kepada wartawan, Kamis (20/06/19).

Untuk mengurangi angka tersebut, Saldy yang baru dua pekan menjabat sebagai kepala Puskesmas Mapilli mengaku akan fokus melakukan penanganan, salah satunya dengan memaksimalkan beberapa kegiatan pelayanan di Puskesmas, diantaranya Puskesmas Keliling (Puskel), “ Pelaksanaan Puskel kami agendakan bisa kembali dilakukan secara maksimal, dimana teman-teman medis tidak hanya akan melakukan pengobatan dan memberikan makanan tambahan bagi bayi baik yang menderita gizi buruk ataupun rawan gizi buruk, tetapi juga melakukan penyuluhan bagi warga terkait hal-hal yang harus dilakukan mengantisipasi gizi buruk bagi balita, serta edukasi terkait bahaya pernikahan dini bagi yang bisa berpengaruh pada tumbuh kembang balita “ tutur Saldy.

“ Saya berharap, peran aktif semua elemen masyarakat khususnya pihak terkait untuk bekerja sama agar semua balita di daerah ini terbebas dari ancaman gizi buruk “ pungkas pria pecinta motor tril ini.

Salah satu bayi kembar asal Dusun Potong, Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, tampak asyik menikmati kopi menggunakan dot. Bayi ini diketahui lebih senang mengkomsumsi kopi daripada susu.

Sebelumnya, Rabu siang kemarin (19/06/19) Kepala Puskesmas Mapilli bersama rombongan juga telah memantau kondisi sejumlah balita di Dusun Potong, Desa Buku yang ditengarai menderita kekurangan gizi.

Ironis, tidak sedikit balita di daerah ini yang terlihat mengkomsumsi kopi sebagai pengganti susu, kendati para orang tua mengaku masih sering mendapatkan makanan dan susu tambahan dari petugas kesehatan, “ Mau bagaimana lagi pak, soalnya anak saya lebih senang diberi kopi daripada susu, kadang dia menangis kalau tidak diberi kopi sementara susunya diabaikan saja “ terang salah seorang ibu yang menolak menyebutkan namanya sembari tertawa.

Sementara ibu lainnya berdalih tidak mampu memberikan asupan gizi yang cukup ada bayinya, karena persoalan ekonomi, “ kasian saya pak, jangankan untuk beli susu atau makanan tambahan, untuk sehari-hari saja susah, makanan dan susu tambahan bantuan petugas juga tidak pernah cikup, suamiku sudah lama merantau namun sampai sekarang belum mengirim uang sepeser pun “ timpal ibu lainnya, yang mengaku menikah saat masih berusia belasan tahun, (Thaya)

 

 

 

__Terbit pada
20/06/2019
__Kategori
Inspirasi, Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *