Minibus Masuk Jurang dan Terseret Arus Sungai di Mamasa, 3 Penumpang Hilang
MAMASA,- Kecelakaan naas terjadi di Kabupaten Mamasa. Sebuah minibus sarat penumpang terjun ke jurang sedalam lima puluh meter, kemudian akhirnya terjerembab di sungai. Kecelakaan mengakibatkan sedikitnya tiga penumpang dinyatakan hilang terbawa arus.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Poros Polewali-Mamasa, Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Selasa pagi, sekira pukul 06:30 wita.
Minibus dengan nomor polisi DD 1348 SC yang dikemudikan Muhammar (26 tahun), diketahui melaju dari arah Mambi, Kabupaten Mamasa, tujuan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Mobil membawa sedikitnya 9 penumpang, beberapa diantaranya adalah anak-anak.
Kapolsek Sumarorong IPTU Hendrik menduga, kecelakaan akibat kelalaian sang sopir yang mengantuk saat mengemudi.
“ Bermula kendaraan dari arah Mambi ke Polman, dia berangkat dari Mambi sekira jam 01:30 wita atau setengah dua, di dalam perjalanan dia (sopir) mengantuk sehingga singgah di Sumarorong dan tertidur. Setelah itu dia melanjutkan perjalanan ke sini. Dia melihat ada bayangan di depan mata, hitam, setelah itu dia membelokkan stir ke kiri hingga akhirnya jatuh ke jurang dan masuk sungai, “ kata Hendrik saat dikonfirmasi wartawan di lokasi kejadian, Selasa siang (04/05/2021).
Beruntung, saat kecelakaan terjadi, warga yang berada di lokasi kejadian bergegas memberian pertolongan. 7 penumpang termasuk sang sopir berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat, sementara 3 penumpang lainnya, dua diantaranya anak-anak, dinyatakan hilang akibat terseret arus.
Korban hilang bernama Nur Indah (30 tahun), serta pasangan kakak beradik Kaila (12 tahun) dan Naila (20 bulan).
“ Adapun penumpang 10 orang termasuk sopir, 5 dewasa, 5 anak-anak. Anak-anak yang selamat ada tiga, yang tidak selamat ada dua umur 12 tahun dan 1 setengah tahun, yang satu seorang ibu, “ terang Hendrik.

Salah seorang saksi mata Yanti mengatakan, sesaat sebelum kejadian, mobil yang mengalami kecelakaan terlihat melaju dengan kecepatan sedang. Ia juga mengaku tidak melihat adanya kendaraan lain dari arah berlawanan, yang berpotensi menjadi pemicu kecelakaan, “ Dibilang kencang tidak juga, pas jatuh tidak ada yang dihindari, tidak ada motor, mobil ataupun orang, “ terang Yanti.
Menurut Yanti, saat warga mencoba memberikan pertolongan, ia melihat salah seorang penumpang wanita mencoba menyelamatkan dua anaknya. Namun upaya tersebut gagal, lantaran kondisi sungai yang dalam dan berarus deras, “ Waktu di sungai itu yang keluar pertama sopir, kemudian ibu dan dua anaknya. Terus yang ibu satu bisa berenang dia sempat selamatkan anaknya, setelah itu, itu kasian yang hanyut dua anaknya dia sempat pegang, tapi karena arus deras, dalam juga, anaknya lepas, “ pungkasnya.
Pasca kejadian, 7 penumpang yang berhasil selamat langsung dilarikan ke Puskesmas Messawa untuk mendapat perawatan. Ketujuh penumpang selamat diketahui hanya mengalami shok dan menderita luka ringan.
Sementara itu, ratusan warga bersama aparat gabungan dari BPBD, TNI dan Polisi, langsung terjun ke lokasi kecelakaan, melakukan penyisiran sungai untuk menemukan tiga korban hilang. (Thaya)







