Layanan IB DTPHP Sulbar Tetap Berjalan Selama Ramadan
FOTO Istimewa : Proses IB pada ternak sapi dilakukan inseminator DPTHP Sulbar.

Layanan IB DTPHP Sulbar Tetap Berjalan Selama Ramadan

MAMUJU,- Layanan Inseminasi Buatan (IB) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Pelayanan IB merupakan layanan strategis yang tidak boleh terhenti karena berkaitan langsung dengan siklus reproduksi ternak.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Sulbar, Nur Kadar. Dia mengimbau seluruh peternak menghubungi inseminator di wilayah masing-masing.

“Pelayanan IB tetap berjalan seperti biasa selama Ramadan. Kami mengimbau kepada seluruh peternak yang memiliki ternak dalam kondisi birahi agar segera menghubungi inseminator di wilayah masing-masing,” kata Nur Kadar dalam keterangannya, Selasa (24/02/2026).

Dia menyebut, ketepatan waktu pelaporan sangat menentukan tingkat keberhasilan inseminasi. Dia menambahkan, pelayanan IB di Sulbar kini tidak hanya untuk sapi dan kerbau, namun juga untuk kambing.

“Semen beku siap dan tersedia, baik di kabupaten maupun stok di provinsi. Ketersediaan layanan IB kambing ini diharapkan mampu mendorong peningkatan populasi dan produktivitas ternak kecil yang banyak dipelihara masyarakat,” ungkap Nur Kadar.

Sementara Kepala DTPHP Provinsi Sulbar, Hamdani Hamdi menegaskan bahwa komitmen pelayanan kepada masyarakat harus tetap terjaga meskipun di bulan suci Ramadan. Diakui, peningkatan kualitas genetik dan populasi ternak melalui program IB menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan peternak.

“Kami memastikan seluruh jajaran, termasuk petugas inseminator di lapangan, tetap siaga memberikan pelayanan terbaik kepada peternak. Program IB ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu dan daya saing ternak Sulawesi Barat,” tuturnya.

Melalui pelayanan IB yang tetap berjalan selama Ramadan, Hamdani berharap para peternak lebih proaktif dalam melaporkan ternaknya yang birahi.

“Sinergi antara pemerintah dan peternak menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat peternakan di Sulawesi Barat,” pungkasnya. (Rls)

 

__Terbit pada
24/02/2026
__Kategori
Pemerintahan, Sosial