DBD Mewabah di Polman, 21 Warga Terjangkit

DBD Mewabah di Polman, 21 Warga Terjangkit

POLEWALI,- Waspada penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya dimusim penghujan seperti sekarang ini.

Data rekam medik rumah sakit umum daerah Polewali Mandar mencatat, sejak awal Januari 2019, sebanyak 21 warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk jalani perawatan, akibat terjangkit terjangkit DBD.

Hal ini diungkapkan Kepala Tata Usaha RSUD Polman Andi Hizbullah, yang menyebutkan, jumlah pasien tersebut terdiri atas 17 orang dewasa dan 4 anak-anak. Dari jumlah pasien tersebut, yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sisa 6 orang saja, lainnya sudah diperbolehkan kembali pulang karena kondisinya mulai membaik.

“Sesuai dari hasil laboratorium dan diagnosa dokter bahwa mereka positif DBD,” kata Hizbullah, Kamis kemarin (31/1/2019).

Dijelaskan, bahawa lama penanganan pasien selama masa inkubasi jika ditangani secara baik, paling lama satu minggu saja , kondisi pasien selama inkubasi dianggap membaik jika bitnik merah di tubuhh sudah hilang, serta demam tinggi yang mulai menurun.

Salah satu pasien bernama Azzharah (12), warga jalan Manunggal, lorong 1, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, sudah empat hari jalani perawatan di ruang perawatan anak Asoka.. Menurut keluarga, awalnya pasien sempat diberi pertolongan pertama dengan memberi obat, namun suhu badannya tidak turun, sehingga pihak keluarga membawanya ke puskesmas setempat untuk mendapat perawatan hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

“Awalnya panas dikasih obat tidak membaik, lalu saya bawa ke puskesmasn, tidak lama di puskesmas langsung disampaikan akan di rujuk ke rumah sakit, alhamdulillah kondisi Azzahrah sudah mulai membaik “ ujar nenek pasien, Riang.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Polman, Suaib  yang dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini pihak Dinas Kesehatan Polman telah melakukan upaya meminimalisir penyebaran penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aygepty ini, salah satunya dengan melakukan penyemprotan atau fogging di wilayah endemik DBD, seperti di Binuang, Pekkabata dan Manding.

Pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran ke setiap Puskesmas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya nyamuk aedes aegicpty yang bisa menimbulkan penyakit demam berdarah.

Suaib menghimbau warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan menerapkan sistem 3 M, yakni menguras bak penampungan air, menutup tempat penampungan dan mengubur barang bekas yang hisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk. (Thaya)

 

__Terbit pada
01/02/2019
__Kategori
kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *