Banjir di Mateng, Rendam Rarusan Rumah dan Tutup Akses Jalan
MAMUJU TENGAH,- Bencana banjir akibat tingginya curah hujan ini , melanda Desa Tabolang, Kec.Topoyo, Kab.Mamuju Tengah.
Kondisi ini diperparah meluapnya aliran air Sungai Topoyo, hingga merendam ratusan rumah warga di daerah ini, dengan ketinggian banjir mencapai satu meter, hingga membuat warga kesulitan beraktifitas.
Banjir juga merendam akses jalan penghubung utama, Kota Palu-Sulawesi Tengah dengan Mamuju-Sulawesi Barat.
Warga khususnya pemilik kendaraan, harus eksra hati-hati, agar tidak terseret derasnya arus banjir, saat mencoba melewati jalan yang terutup banjir. Sementara mereka yang takut menerobos arus banjir, harus berhenti dan menunggu hingga banjir mulau surut.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Tabolang, Haji Depashida mengaku, banjir sudah sering kali setiap musim penghujan tiba “ jadi sebenarnnya banjir ini sudah langganan di kampung ini, belum seberapa, karena puncaknya bisa terjadi pada bulan januari dan februari “ ujar Depashida, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/1218).
Masih kata dia, kondisi ini diperparah lantaran tanggul penahan banjir yang dibangun pemerintah di sisi sungai, tidak mampu menahan debit air akibat banjir “ tanggulnya itu kurang tinggi, jadi setiap kali hujan pasti air sungai akan meluap, jadi meski pemerintah berulang kali melakukan pembenahan namun tidak ditinggikan, hasilnya akan tetap sama “ ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini, namun kerugian yang diderita warga di daerah ini, ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Apalagi banjir turut merendam areal perkebunan kelapa sawit warga, hingga membuat buah sawit yang harusnya sudah dipanen menjadi membusuk. (Thaya)






