
TNI-Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Garuda di Bulubawang Polman
POLEWALI MANDAR,- Pembangunan jembatan gantung Garuda di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), mulai dilaksanakan. Pembangunan jembatan perintis tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang dilaksanakan TNI untuk mendukung konektivitas dan akses masyarakat di wilayah pedesaan.
“Ini merupakan jembatan perintis Garuda pertama yang dibangun di Polewali Mandar. Hari ini sudah mulai tahap pengukuran dan penggalian abutment,” kata Dandim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin dalam keterangannya, Senin (02/02/2026).
Proses pembangunan jembatan gantung sepanjang 37 meter dan lebar 1,2 meter di wilayah Dusun Bulubawang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, dimulai Senin siang (02/02). Jembatan yang menjadi jalur utama aktivitas warga ini menghubungkan Dusun Bulubawang dengan Kelurahan Manding.
“Jembatan dirancang untuk menunjang aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan,” ujar Ikhwan.
Pembangunan jembatan tersebut disambut antusias warga setempat. Mereka ikut bergotong royong bersama personel TNI dari Kodim 1402/Polman sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembangunan infrastruktur desa itu.
“Jembatan ini untuk masyarakat, karena itu kami berharap partisipasi warga untuk bersama-sama bergotong royong selama proses pembangunan,” ucap Ikhawan.
Ikhwan juga mengaku telah mengusulkan pembangunan jembatan serupa pada 45 titik di wilayah Kabupaten Polman. Dia berharap semua prosesnya berjalan lancar.
“Semoga seluruh usulan tersebut dapat terealisasi melalui dukungan pemerintah pusat,” pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Patampanua, Mohammad Yusuf, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan gantung perintis garuda di wilayahnya. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi perekonomian masyarakat, termasuk bagi anak-anak yang hendak ke sekolah.
Menurut Yusuf, perbaikan jembatan pernah dilakukan warga setempat secara swadaya. Namun kondisinya sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan warga.
“Sudah pernah ada warga yang jatuh ke sungai karena kondisi jembatan sudah lama dan sangat memprihatinkan,” jelasnya. (zik/thaya)







