
Duka Korban Kecelakaan di Mamasa, Kehilangan 2 Anak saat Perjalanan Pulang Kampung
MAMASA,- Kesedihan mendalam dirasakan Hasna (28 tahun), salah satu korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Mamasa.
Betapa tidak, kendati lolos dari maut pasca mengalami kecelakaan lalu lintas, dua anaknya masing-masing bernama Kayla (12 tahun) dan Nayla (20 bulan), hingga saat ini belum diketahui nasibnya. Keduanya dinyatakan hilang akibat terseret arus sungai, setelah minibus yang ditumpangi bersama warga lainnya, mengalami kecelakaan.
Minibus berwarna putih dengan nomor polisi DD 1348 SC, yang melaju dari arah Kabupaten Mamasa menuju Kabupaten Polewali Mandar, masuk jurang sedalam lima puluh meter. Mobil sempat terbawa arus sungai di dasar jurang, kemudian akhirnya tenggelam.
Saat jalani perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat Puskesmas Messawa, Hasna tampak terbaring lemah, dengan wajah pucat. Matanya sembab dengan bibir kaku.
Nyaris tidak ada kata yang keluar dari mulutnya, selain suara tangisan yang sesekali memecah keheningan. Hasna cemas, menunggu kabar kedua belahan hatinya.
Salah satu kerabat, Cadi mengungkapkan, keberadaan Hasna bersama dua buah hatinya dalam minibus naas tersebut, dalam rangka pulang ke kampung halaman kedua orang tuanya di Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, untuk berlebaran bersama keluarga.
“ Mau ke rumah orang tua berlebaran, selama ini tinggal di mambi karena suaminya orang disana. Dia mau pulang lebih awal untuk lebaran, karena katanya perbatasan mau ditutup, “ ujar salah satu kerabat Hasna, Cadi kepada wartawan, Selasa siang (04/05/2021).
Sementara itu, sang suami Sudarman mengaku kaget saat mendengar kabar peristiwa yang menimpa istri dan dua anaknya. Kendati pasrah, ia berharap, upaya pencarian seluruh korban dapat segera membuahkan hasil, “ Saya waktu itu, istilahnya kaget, tapi apa boleh buat, keadaan tidak akan mungkin bisa ditarik kembali. Saya harapkan, kita sama-sama berdoa supaya anak saya bisa segera didapatkan, “ pinta Sudarman yang dikonfirmasi di lokasi kecelakaan.
Salah satu warga di lokasi kejadian, Yanti mengaku sempat melihat Hasna berupaya menyelamatkan kedua anaknya, setelah mobil yang ditumpangi terbawa arus sungai. Namun upaya tersebut gagal lantaran derasnya arus sungai, “ Waktu di sungai itu yang keluar pertama sopir, kemudian ibu dan dua anaknya. Terus yang ibu satu bisa berenang dia sempat selamatkan anaknya, setelah itu, itu kasian yang hanyut dua anaknya dia sempat pegang, tapi karena arus deras, dalam juga, anaknya lepas “, ungkap Yanti.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas ini terjadi di Jalan Poros Polewali-Mamasa, Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Selasa pagi kemarin.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, kecelakaan tunggal ini akibat kelalaian sang sopir bernama Muammar (26 tahun), yang diduga hilang kendali saat mengemudi lantaran mengantuk.
Tujuh penumpang termasuk sang sopir berhasil selamat berkat pertolongan warga. Mereka hanya menderita luka ringan dan shock pasca mengalami kecelakaan. Tiga penumpang lainnya, masing-masing Kayla, Nayla dan penumpang dewasa bernama Nur Indah Sari (30 tahun) dinyatakan hilang.
Memasuki hari kedua, upaya pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD, Polisi-TNI dan warga terus dilakukan dengan menyisir sepanjang aliran sungai Mamasa dan melakukan penyelaman.
Namun kondisi air sungai yang keruh dan ber arus deras, menjadi salah satu kendala yang dihadapi Tim SAR untuk menemukan ketiga korban. (Thaya)







