
40 Warga Landi Kannusuang Polman Mengungsi Imbas Kasus Penganiayaan Picu Pengrusakan, Polisi Pastikan Situasi Kondusif
POLEWALI MANDAR,- Sebanyak 40 warga Desa Landi Kannusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memilih mengungsi meninggalkan kampung. Sebabnya, mereka khawatir menjadi sasaran amukan massa, imbas terjadinya kasus penganiayaan hingga memicu terjadinya aksi pengrusakan dua rumah dan sejumlah sepeda motor.
Puluhan warga ini terdiri dari pria dan wanita serta masih memiliki hubungan kekerabatan. Mereka mengungsi di rumah salah satu kerabatnya di Kecamatan Wonomulyo.
Sebelumnya, mereka sempat mengamankan diri di Polsek Urban Wonomulyo.
“Karena kemarin ribut sekali, jadi mereka minta dievakuasi. Tidak ada paksaan, mereka sendiri yang minta dievakuasi karena tidak ingin ada kejadian,” kata Kepala Desa Landi Kannusuang, Halipuddin kepada wartawan, Rabu siang (13/12/2023).
Menurut Halipuddin, warga yang mengungsi berasal dari dua dusun berbeda. 11 warga tinggal di Dusun Tondo Ratte, sementara 29 lainnya tinggal di Dusun Sikka.
11 warga dari Dusun Ratte dievakuasi polisi setelah rumahnya dikepung massa, pada Senin malam (11/12). Sementara 29 warga dari Dusun Sikka dievakuasi pada Selasa siang (12/12).
Dia tidak menampik jika puluhan warganya terpaksa mengungsi, imbas terjadinya kasus penganiayaan melibatkan tiga warga setempat pada Senin petang (11/12).
Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Amir (46) harus jalani perawatan intensif di rumah sakit, lantaran terluka parah akibat terkena sabetan parang.
Dua warga yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut masing-masing bernama Gondrong (40) dan Tepu (48) telah diamankan polisi. Tepu juga sempat jalani perawatan lantaran menderita luka sabetan parang.
Pasca insiden penganiayaan tersebut sontak memicu amarah ratusan warga. Mereka mengepung dan merusak dua rumah pada Selasa dini hari (12/12). Dua rumah yang dirusak pemiliknya merupakan kerabat terdekat Gondrong dan Tepu.
“Kalau bisa ini yang keluarga pelaku diamankan dulu, nanti kita mediasi kembali bagaimana dengan masyarakat di sini. Kalau masyarakat di sini menolak, minta mereka tinggalkan (kampung). Tapi kami tetap berupaya mediasi demi keamanan dan kehidupan mereka juga,” ujar Halipuddin.
Sementara Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna memastikan situasi Kamtibmas di Desa Landi Kannusuang pasca terjadinya pertikaian antar warga tersebut sudah kondusif kembali.
“Sementara untuk saat ini sudah mulai kondusif,” ungkap AKP Sandy yang dikonfirmasi terpisah.
Demi mencegah terjadinya hal tidak diinginkan, AKP Sandy mengaku akan mengintensifkan patroli di lokasi kejadian. Dia juga meminta warga setempat untuk tetap tenang.
“Agar situasi di sana lebih aman kami akan intens patroli. Himbauan kepada kedua belah pihak agar permasalahan tidak diselesaikan dengan cara kekerasan,” jelasnya.
Salah satu warga yang mengungsi mengaku menyayangkan terjadinya aksi pengrusakan tersebut. Sebab mereka tidak memiliki keterkaitan dengan insiden pertikaian, meski memiliki hubungan keluarga dengan dua pelaku yang terlibat. (thaya)






