Foto polisi bubarkan aksi perang-perangan pakai senjata mainan berbahaya di Lapangan Garuda Campalagian, Kabupaten Polman, Kamis (03/04/2025).

Polisi Bubarkan 2 Kelompok Remaja Perang-perangan Pakai Senjata Mainan Berbahaya di Campalagian Polman  

POLEWALI MANDAR,- Polisi dibantu warga bubarkan 2 kelompok remaja yang  terlibat aksi perang-perangan gunakan senjata mainan berbahaya di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.  Sebabnya, permainan yang rutin berlangsung setiap libur lebaran ini kerap berujung perkelahian hingga tawuran antar kelompok.

“Ini sebagai bentuk antisipasi untuk mencegahnya (tawuran). Coba hanya anak-anak saja tidak terlalu masalah, tetapi ini kerap dimasuki orang dewasa,” kata Kapolsek Camplagian, Iptu Saifud kepada wartawan, Kamis (03/04/2025).

Aksi perang-perangan yang dibubarkan polisi bersama warga berlangsung di Lapangan Garuda, Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kamis (03/04) sekira pukul 17.30 WITA. Sebelumnya polisi telah bersiaga di lokasi mengantisipasi tawuran dua kelompok remaja itu pecah akibat perang-perangan menggunakan senjata mainan berbahaya.

“Tiap hari kita lakukan patroli ke sini. harapannya tidak ada kejadian,” ungkap Saifud.

Menurut Saifud, perang-perangan menggunakan senjata mainan berbahaya menjadi tradisi tahunan anak-anak dan remaja di daerah ini setiap libur lebaran. Aksi perang-perangan ini otomatis berakhir ketika libur lebaran usai.

“Sudah menjadi tradisi tahunan selama libur lebaran,” ujarnya.

Saifud juga mengungkapkan jika aksi perang-perangan menggunakan senjata mainan berbahaya ini melibatkan sejumlah remaja dan anak-anak dari desa terdekat.

“Ada semua bertemu di sini. ada dari Kenje terus Lapeo, Parappe masuk juga,” tuturnya.

Dia mengaku kerap kesulitan melakukan pengawasan, karena anak-anak dan remaja yang terlibat aksi perang-perangan ini kerap kembali ke lokasi saat polisi telah pergi.

“Begitulah, kalau kita di sini mereka pergi, tapi kalau kita sudah meninggalkan lokasi mereka muncul lagi,” pungkasnya.

Pantauan wartawan di Lapangan Garuda, Desa Kenje, Kamis (03/04), aksi perang-perangan ini melibatkan ratusan anak hingga remaja.

Mereka membagi diri menjadi dua kelompok lalu terlibat saling tembak dari jarak dekat layaknya sedang berada di medan perang.

Sesekali mereka terlibat saling kejar dan baku pukul yang memancing terjadi tawuran antar kelompok. (thaya).

 

 

 

 

 

__Terbit pada
03/04/2025
__Kategori
Peristiwa