
Pasien RSUD di Polman Dipulangkan Sebelum Sehat Berujung Kematian, Dokter Beri Penjelasan
POLEWALI MANDAR,- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Depu di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menuai sorotan karena memulangkan seorang pasien yang belum sehat bernama Mina (47) hingga berujung kematian. Ironis, saat dipulangkan alat medis masih menempel di tubuh pasien.
“Sangat kita sayangkan, kenapa pihak rumah sakit pulangkan, sementara kondisi pasien belum bagus,” kata kerabat korban, Haris kepada wartawan, Kamis (24/04/2025).
Haris menyebut pasien dipulangkan dari RSUD Andi Depu, Rabu kemarin (23/04) sekira pukul 10.00 WITA. Saat dipulangkan dari rumah sakit, kondisi pasien sangat lemah dan mengaku masih merasa pusing.
“Masih lemas sekali, belum bisa berdiri, belum bisa jalan. Dia (pasien) mengaku merasa pusing, angkat kepala berat,” ungkapnya.
Menurut Haris, kondisi pasien kembali memburuk dan akhirnya meninggal dunia saat berada di rumah kerabatnya di Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Rabu (23/04) sekira pukul 15.00 WITA.
“Sempat mau dibawa kembali ke rumah sakit, namun sudah meninggal ketika mau dibawa ke mobil,” tutur Haris, berharap pihak RSUD Polman berbenah memperbaiki pelayanan.
Haris menyayangkan keputusan pihak RSUD Hajja Andi Depu memulangkan pasien meski belum sepenuhnya pulih. Terlebih, saat itu alat medis masih menempel di tubuh pasien.
“Iya, ada semacam alat untuk mengeluarkan cairan dari perutnya. Maksud saya kalau keadaannya masih memprihatinkan kenapa diizinkan rawat di luar,” sesal Haris.
Penjelasan Direktur RSUD Andi Depu Polman
Sementara Direktur RSUD Andi Depu, dr Anita mengungkap, pemulangan pasien dilakukan atas persetujuan pasien lantaran kondisinya sudah membaik.
“Ada komunikasi dari dokter ke pasien, dan pasien ini sudah mulai mobilisasi, sudah mulai duduk, jalan, dan dikomunikasikan jika pasiennya sudah mulai membaik, sudah boleh pulang dan itu disetujui pasiennya sendiri,” terang Anita.
Terkait alat medis yang masih menempel di tubuh pasien, Anita menyebut itu draine. Alat yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dari tubuh pasien dan diperbolehkan untuk dibawa pulang
“Alat medis ibu sebenarnya istilah kedokterannya itu draine, itu adalah salah satu tindakan bedah yang dilakuan untuk mengeluarkan cairan di perutnya..Karena kondisi pasien, karena ini kerusakan hati, produksi cairan otomatis itu masih dibutuhkan (drain) sehingga dokter membolehkan untuk dibawa pulang,” bebernya.
Hanya saja kata Anita, penyakit yang diderita pasien sudah akut dan tidak memungkinkan lagi untuk disembuhkan. Pasien diketahui menderita penyakit Sirosis Hepatitis.
“Kami rumah sakit tidak akan memulangkan jika kondisinya belum membaik. Tapi kalau dinyatakan sembuh otomatis ini bukan penyakit yang bisa disembuhkan, tapi ini penyakit kerusakan hati permanen dan komplikasi,” pungkasnya. (thaya)

