Ngabuburit seru apa komunitas Bextrac di Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (09/04/2023).

Ngabuburit Seru ala Komunitas Trail di Binuang – Jatuh Bangun Taklukkan Tanjakan Berbatu

BINUANG,- Para pecinta motor trail di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memiliki cara tersendiri untuk mengisi waktu sembari menunggu waktu berbuka puasa. Mereka berlatih menaklukkan tanjakan berbatu sehingga harus berulang kali terjatuh dan menjadi tontonan warga.

“Latihan ini sengaja kita lakukan sambil menunggu waktu berbuka puasa,” kata Ketua komunitas Bextrac, Umar kepada wartawan, Minggu (09/04/2023).

Ngabuburit ala pecinta motor trail yang tergabung dalam Binuang Ekstrim Trail Community (Bextrac) ini, berlangsung di tanjakan Takodo, Desa Rea, Kecamatan Binuang. Karena lokasinya tepat berada di sisi jalan Trans Sulawesi, membuat aksi para penunggang kuda besi ini menjadi tontonan warga khususnya para pengguna jalan.

“Latihan ini kita lakukan setiap sore hari, sejak awal ramadhan, hingga jelang lebaran nanti,” ungkap Umar.

Tanjakan Takodo memiliki ketinggian sekira 15 meter saja. Para pecinta motor trail ini harus bersusah payah untuk menaklukkannya, karena permukaannya dipenuhi bebatuan lepas dan memiliki kemiringan sekira 45 derajat.

Ngabuburit seru apa komunitas Bextrac di Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (09/04/2023).

Selama latihan, banyak pecinta motor trail berulang kali terjatuh hingga mendapat sorak-sorai warga yang menonton di sisi jalan.  Meski begitu, mereka pantang menyerah dan terus mencoba hingga akhirnya berhasil menaklukkan tanjakan tersebut.

Menariknya, latihan bermotor trail ini tidak hanya diikuti kaum pria saja, tetapi juga seorang wanita muda yang sukses menaklukkan tanjakan Takodo meski berulang kali jatuh bangun.

“Memang tanjakan kecil-kecilan ini sengaja kita buat untuk latihan, sempat ada teman dari luar sana yang mau bergabung di tanjakan, kami sangat senang menerima sambil kita bersama-sama menunggu waktu berbuka,” terang Umar.

Sementara salah anggota Bextrac,  Andi Reza mengungkapkan latihan ini merupakan salah satu ajang silaturahmi antar sesama pecinta motor trail di daerah ini.

“Ini juga merupakan ajang silaturahmi antar sesama pecinta trail. Apalagi di daerah ini ada beberapa komunitas, semuanya bisa berkumpul di tempat ini untuk berlatih bersama,” tuturnya.

Dia mengungkapan harapan, latihan ini bisa menjadi hiburan menarik bagi warga sembari menunggu waktu berbuka puasa, serta mengurangi stigma negatif terhadap pecinta motor trail.

“Daripada geber-geber motor di jalanan, lebih baik berkumpul di sini untuk berlatih bersama. Silaturahminya jalan, masyarakat juga terhibur,” pungkasnya. (thaya)

__Terbit pada
10/04/2023
__Kategori
Lifestyle, Sosial, Wisata