Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, meresmikan program Kotaku di Kabupaten Mamasa, Jumat (08/01/2021) kemarin. IST

Gubernur Sulbar Resmikan Program Kotaku di Mamasa

MAMASA,- Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menargetkan penanganan 6000 rumah tidak layak huni (RTLH), hingga tahun 2022 mendatang.

Hal tersebut disampaikan gubernur, saat meresmikan progoram Kotaku, di Kabupaten Mamasa, Jumat (08/01) kemarin, “ Itu bisa dikerjakan di enam kabupaten, seribu per kabupaten,” kata Ali Baal Masdar, melalui rilis yang diterima wartawan, Sabtu (09/01/2021).

” Apa yang dikerjakan tahun 2020, kemudian berlanjut 2021, khusus program infrastruktur agar dikerjakan dengan baik, jangan fiktif, jangan Mark-up, kerjakan sesuai aturan perundang-undangan,” sambung Ali Baal.

Selanjutnya Ali Baal menyampaikan, pelaksanaan program kotaku menggunakan dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM), untk mempercepat penanganan permukiman kumuh di perkotaan, ” Kita berharap melalui program Kotaku, penanganan pemukiman kumuh dapat segera tertangani, “ imbuhnya.

Ia mengaku bersyukur, bisa mendapat bantuan program dari pemerintah pusat, untuk menyelesaikan masalah di Sulbar, “  Sisa bagaimana daerah harus menyiapkan sumber daya manusia, menjemput program tersebut, “ jelas mantan Bupati Polewali Mandar 2 periode itu.

Oleh karena itu, Ali Baal berharap, apa yang telah dibangun dapat dipelihar dan dimanfaatkan sebaik mungkin, oleh warga sehingga kedupan masyarakat lebih nyaman.

Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda menyampaikan, untuk pertama kalinya program  Kotaku dijalankan di Mamasa, tidak lepas dari upaya dan perjuangan pemerintah daerah daerah, kolaborasi antara Pemkab Mamasa dan Pemprov Sulbar mendapatkan perhatian pemerintah pusat, ” Kegiatan ini karena hasil perjuangan oleh  Gubernur dan bapak kepala balai,” ungkapnya.

Menurut dia, program Kotaku relevan dengan harapan masyarakat. khususnya meminimalisir kumuh,” Sehingga kami mengharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan selanjutnya di Mamasa,”  pinta Martinus.

Martinus juga berharap, agar setiap program dari pusat, disusul dengan monitoring dan evaluasi dari penegak hukum, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan, ” Karena itu saya berharap kepada pihak yang terlibat agar menjalankan pekerjaan dengan rasa tanggung jawab,” tutup Martinus.

Program Kotaku atau Kota Tanpa Kumuh, merupakan program yang dalam pelaksanaannya menggunakan platform kolaborasi, antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Kota/Kabupaten, Masyarakat dan stakeholder lainnya, dengan memposisikan masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota sebagai pelaku utama.

Selain meresmikan program Kotaku, pada kesempatan sama, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar juga menyerahkan bantuan pangan non tunai kepada perwakilan masyarakat Mamasa . Untuk Kabupaten Mamasa mendapatkan alokasi sebanyak 15.735 penerima.

Turut mendampingi Gubernur Sulbar antara lain Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim, unsur Forkompinda Sulbar, Pimpinan OPD dan undangan lain. (Thaya)

 

 

 

__Terbit pada
09/01/2021
__Kategori
Pemerintahan