Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, saat melakukan pertemuan terkait pembangunan Selter di Pelabuhan Tanjung Silopo, Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (10/01/2021) kemarin. IST

Bangun Selter Pelabuhan di Polman, Pemprov Sulbar Siapkan Lahan 2,5 Hektar

POLEWALI,- Pemerintah Provensi Sulawesi Barat, mempersiapkan lahan seluas 2,5 hektar, untuk mempercepat pembangunan selter di Pelabuhan Tanjung Silopo. Pembangunan selter, dalam rangka menunjang sarana pelayanan penyeberangan pekerja migran (PMI), yang ditarget terselenggara tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, saat meninjau Pelabuhan Tanjung Silopo, di Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (10/01) kemarin. Pada kesempatan itu, Gubernur juga melakukan pertemuan dengan pemilik lahan.

” Tadi kita sudah sepakati harga lahan dengan warga, berapa yang akan dibayar. Setelah dibayarkan, secepatnya dibangun sellter,” kata  Ali Baal, melalui rilis yang diterima wartawan, Senin (11/01/2021).

Kepala Biro Tata Pemerintahan Sulbar Saleh Rahim mengungkapkan, lahan seluas 2,5 hektar tersebut terdiri dari 16 pemilik. Mereka menyepakati harga lahan sebesar Rp 176 ribu permeter, ” Ini diterapkan melalui tim penilai Aprasial,” ungkap Saleh.

Saleh juga menyebut, dalam proses pembangunan selter nantinya, terdapat lima rumah warga yang rencananya akan direlokasi. Tentunya setelah tercapai kesepahaman dengan pemilik rumah,” Pemilik rumah sepakat memindahkan rumahnya dan pemerintah yang akan membantu pembangunan rumahnya,” tuturnya.

Selanjutnya kata dia, pembangunan fisik selter sebagai tempat penampungan para PMI yang akan berangkat maupun tiba di Pelabuhan Tanjung Silopo, akan mendapat dukungan dari Kementerian Sosial.

Sementara itu, salah satu pemilik lahan Andi Muhtar berharap, agar pemerintah membuatkan akses jalan saat nantinya mereka direlokasi ke tempat baru, ” Kita harapkan setelah direlokasi ada dibukakan jalan, ini untuk memperluas lagi jalan di daerah Silopo, paling tidak bisa jadi jalan lingkar. Untuk patokan harga, kita sudah sepakat,” tandasnya. (Thaya)

 

 

__Terbit pada
11/01/2021
__Kategori
Pemerintahan