Tim Medis dari Puskesmas Mapilli, memeriksa kondisi Hapasia (92 tahun), warga Desa Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, yang terbaring lemah di rumahnya, Senin (11/01/2021).

Takut Divonis Corona, Lansia di Mapilli Urung Diperiksakan ke Rumah Sakit

MAPILLI,- Malang nasib Hapasia (92 Tahun), warga Desa Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.

Sudah sepekan, wanita yang berusia hampir seabad ini, hanya dapat terbaring lemah di rumah salah satu anaknya, lantaran sakit. Bahkan beberapa hari ini, kondisi Hapasia semakin melemah, karena sulit mengkonsumsi makanan ataupun minuman.

Salah satu anak, Labasa (58 tahun) mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk memulihkan kondisi sang ibu tercinta. Selain karena keterbatasan biaya,  Labasa urung memeriksakan kondisi Hapasia ke rumah sakit, lantaran takut divonis corona, “ Selain karena faktor biaya, kita juga takut pak, jangan sampai dianggap corona, “ kata Labasa kepada wartawan di rumahnya, Senin (11/01/2021).

Sebelumnya, Hapasia diketahui tinggal sendiri di rumahnya. Dia akhirnya dievakuasi ke rumah anaknya, karena kondisinya yang sudah sakit-sakitan, “ Dia lama tingggl sendiri di rumahnya, dia pernah jatuh, hingga membuat kondisinya tidak stabil. Setelah itu dia kami bawa ke sini untuk tinggal bersama, “ ungkap Labasa yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Kendati urung memeriksakan kondisi Hapasia ke rumah sakit lantaran takut divonis corona, , Labasa berharap, sang ibu tetap mendapat perhatian dari petugas kesehatan

Kepala UPTD Puskesmas Mapilli H Saldy Kursani mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penurunan kondisi kesehatan pasien diduga karena faktor usia, “ Tensinya cenderung tidak stabil, apalagi susah makan, kemungkinan karena faktor usia, “ ujar Saldy, usai mendampingi Tim Medis Puskesmas Mapilli memeriksa kondisi Hapasia.

Saldy juga menegaskan, pihaknya rutin berkunjung untuk memeriksa kondisi Hapasia. Termasuk menyarankan keluarga, agar membawa Hapasia ke rumah sakit untuk diperiksa, “ Petugas kami rutin berkunjung, memeriksa kondisi pasien, termasuk meminta keluarga membawanya ke rumah sakit, namun keluarga pasien yang berhak memutuskan, “ pungkasnya.

Dalam kunjungannya itu, Saldy bersama Tim Medis dari Puskesmas Mapilli, juga menyerahkan sejumlah bantuan, untuk meringankan beban Hapasia dan keluarganya. Saldy tetap berharap, pihak keluarga segera membawa Hapasia ke rumah sakit, untuk penanganan lebih lanjut. (Thaya)

 

 

 

__Terbit pada
11/01/2021
__Kategori
kesehatan, Sosial