Ki-ka : Koordinator Wilayah Beasiswa Youth as Leader (YAL) Riswan Sakir, Founder & CEO of ANHAR Foundation, A.Muh. Anharu Haris, S.Pd, I, Ketua STIKES Bina Generasi Polman Lina Fitriani, S.St., M.Keb dan dosen UNASMAN, Naim Irmayani, S.PD, M.Pd. (Sumber Foto : Arham)

Beasiswa YAL, Cara Mudah Tembus ke Luar Negeri dan Anti Pengangguran

Oleh : Sherly & Arham

Mahasiswa (i) UNASMAN

POLEWALI,- Ratusan mahasiswa dari kampus Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) dan STIKES Bina Generasi, mengikuti Bincang-Bincang Beasiswa (3B), dengan tema “ Urgensi Peran Serta Pemuda dalam Kepemimpinan Bangsa & Trik Mudah Tembus Beasiswa Luar Negeri “.

Kegiatan berlangsung di Aula Cadika, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabuapaten Polewali Mandar, Selasa siang (01/12/2020).

Materi kegiatan yang dimoderatori dosen UNASMAN, Naim Irmayani, S.PD, M.Pd, dibawakan langsung Founder & CEO of ANHAR Foundation, A.Muh. Anharu Haris, S.Pd, I, yang lebih dikenal dengan nama Mr Anhar.

Diketahui, Mr. Anhar, Dip., TESOL., CHt., CI., CTNNL.P, memiliki sertifikat mengajar yang diterima oleh 120 negara. Beliau lahir diMakassar, 23 Februari 1987, pernah menempuh pendidikan di SDN Monginsidi III Makassar, SMPN 3 Watampone Bone, SMAN 1 Watampone Bone, STAIN Watampone Bone, STAI DDI Majene Polman, Universitas Muslim Indonesia Makassar, hingga London Teacher Training College.

Turut hadir sebagai bintang tamu, adalah Ketua STIKES Bina Generasi Polman Lina Fitriani, S.St., M.Keb dan Koordinator Wilayah Beasiswa Youth as Leader (YAL) Riswan Sakir.

Pada kesempatan ini, Mr Anhar yang pernah mendapat beasiswa dari 4 negara, diantaranya Inggris, Singapura, Skotandia dan Australia, memperkenalkan Beasiswa Youth as Leader (YAL), yang diadakan dengan harapan menjadi sebuah inspirasi untuk berbagai daerah.

Apalagi, setelah lulus dari luar negeri, hingga masuk peringkat 10 dari 1300 peserta, memunculkan ide dalam benak Mr Anhar, untuk menularkan kebanggaan tersebut pada seluruh pemuda Indonesia.

“ Bagaimana jika rasa bangga ini kita tularkan pada pemuda Indonesia ? “ tanya Mr Anhar kepada para peserta.

Menurut Mr Anhar, ada banyak keuntungan yang diperoleh setelah dinyatakan lulus mengikuti Beasiswa YAL. Selain menjadi koordinator daerah, alumninya otomatis menjadi Duta Pendidikan dari API Foundation. Alumni dari Beasiswa YAL juga mampu mendirikan sekolah atau tempat kursus sendiri, dengan bantuan biaya dari Anhar Foundation.

Dijelaskan, bahwa Anhar Foundation, tidak akan membuat alumni Beasiswa YAL menjadi pengangguran. Apalagi alumni beasiswa YAL akan diberi pelatihan dan pembinaan di sekolah bisnis Anhar Foundation Business School.

Beasiswa YAL diperuntukkan pemuda-pemudi di seluruh Indonesia. Proses pendaftaran dibuka pada awal bulan Oktober lalu dan berlangsung selama 4 bulan. Animo pendaftar terbilang tinggi, pasalnya setelah 2 minggu dibuka, jumlah pendaftar nyaris mencapai angka 4000.

Beasiswa YAL mempunyai beberapa tahap seleksi yaitu diantaranya ;

Pertama          : Membagi foto kegiatan BBB ini ke Media Sosial atau Beasiswa YAL

Kedua              :Tes wawancara umum secara online dengan 30 pertanyaan dan dijawab dengan jangka waktu 50 menit

Ketiga              :Tes wawancara online, untuk melihat kesiapan dan kesopanan peserta.   Pendaftaran Kemampuan Hipnoterapis digunakan pewawancara untuk membaca karakter dari peserta yang lolos dari 2 tahap beasiswa YAL

Keempat         : Koordinator dari ke 3 tahap di atas.

Syarat yang paling utama dari pendaftaran Beasiswa YAL ini adalah usia 15 sampai 35 tahun. Beasiswa YAL ini merupakan beasiswa yang tidak wajib mempunyai sertifikat TEOFL& TOEIC.

Pada tahap 4 akan diadakan English Camp selama 3 hari pada salah satu Hotel di Makassar, untuk dijadikan pembekalan ke Singapura.

Keuntungan mengikuti kegiatan BBB pada hari ini, bisa berkomunikasi secara langsung mengenai tahap-tahap beasiswa YAL. Juga bisa langsung mengikuti wawancara online yang dilaksanakan pada 2 Desember 2020 lewat WhatsApp, atau mengikuti wawancara secara langsung di Cafe TKP di Polman pada tanggal 1 Desember 2020 pukul 15:00 WITA.

” Kalau bukan saya yang mendirikan tanah Mandar, siapa lagi? dan kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ini saatnya berkontribusi untuk bangsa & negara, Bismillah, Tuhan Ridhoi kami,” pungkas Mr. Anhar yang menjadi kalimat penutup dan berakhirnya kegiatan 3B ini.

__Terbit pada
01/12/2020
__Kategori
Pendidikan