Siap Jadi Distributor Pupuk

Catatan M Danial

MENJELANG pukul delapan pagi, Rabu 4 November, warga Desa Bumiayu dan sekitarnya berdatangan ke Dusun Blitar. Mereka pada umumnya petani, sebagian emak-emak, sebagian berbaur dengan para undangan, menunggu kedatangan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, dan Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar untuk panen perdana kedelai.

Dua buah tenda ukuran jumbo yang berdiri di tengah sawah menjadi tempat bernaung dari terik matahari. Ratusan kursi dipadati undangan yang terdiri para pejabat dan berbagai unsur lainnya, seperti kelompok tani. Kesibukan petugas acara melakukan gladi persiapan diselingi musik angklung.

Sekira pukul 11:30 wita, Menteri Pertanian dan rombongan tiba. Langsung melakukan seremoni panen perdana kedelai bersama Gubernur, Bupati, dan beberapa pejabat. Seperti biasa, panitia telah menyiapkan peralatan untuk seremoni panen perdana, mulai topi khas petani, sepatu boat, dan sabit untuk memanen. Tepuk tangan meriah mengiringi acara yang berlangsung sekira 10-15 menit.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, menyatakan bersyukur dengan kehadiran Menteri Syahrul Yasin Limpo, dan menyebut mantan gubernur Sulsel dua periode itu sebagai guru politiknya. “Beliau adalah ‘bos’ saya, beliau juga punya andil besar sampai terbentuknya Sulbar,” tutur Ibrahim.

Bagi Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, kehadiran Menteri Pertanin melakukan panen perdana kedelai dan bersilaturahmi dengan petani, punya makna tersendiri untui menyemangati petani lebih produktif mengelola usaha tani. “Menteri Pertanian diharap juga akan memberi solusi untuk mengatasi keterbatasan APBD Provinsi, melalui alokasi anggaran dalam APBN sektor pertanian,” tutur Ali Baal.

Pada bagian lain sambutannya, Ali Baal mengatakan bahwa dalam RPJM Nasional 2020-2024, Provinsi Sulbar ditetapkan sebagai salah satu lumbung pangan nasuinal dan telah menjadi penyuplai pangan bagi 17 provinsi di Indonesia. Kesulitan para petani selama ini, antara lain soal kelangkaan pupuk setiap musim tanam. Dia berharap dukungan Menteri Pertanian, kiranya dapat mengarahkan PT Pupuk Indonesia untuk membangun pabrik pupuk di Sulawesi Barat. “Mengingat belum adanya pabrik pupuk di Pulau Sulawesi, provinsi kami dapat menjadi distributor pupuk bagi provinsi lain di wilayah Sulawesi,” kata Ali Baal.

Menteri Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pemprov Sulbar dan Kabupaten Polewali Mandar mendukung pengembangan kedelai untuk ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor kedelai. Dia memuji juga semangat para petani untuk terus meningkatkan produksi pertanian dimasa pandemi covid-19 saat ini. Disela-sela sambutannya, Syahrul sempat menyentil kerumunan warga yang menyalahi protokol kesehatan physical distancing, dengan menyebut keberanian menghadapi pandemi. “Orang Sulbar ini berani. Tapi, nanti kalau pulang ke rumah, pakai minyak kayu putih ya,” ujarnya, sambil tersenyum. (*)

__Terbit pada
05/11/2020
__Kategori
Opini, Pemerintahan