Pelanggar protokol kesehatan yang terjaring Operasi Yustisi di Pasar Induk Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (07/10/2020).

Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonomulyo, Tidak Hafal Pancasila dan Nama Bupati

WONOMULYO,- Sejumlah warga di Pasar Induk Kecamatan Wonomulyo, tidak hafal pancasila. Hal tersebut diketahui, ketika menjalani saksi sosial setelah didapati tidak memakai masker, saat terjaring Operasi Yustisi.

Operasi yang digelar Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu siang (07/10/2020), menyasar pengunjung dan pedagang pasar. Operasi dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

“ Pancasila, satu, persatuan Indonesia “, ucap salah seorang pelanggar wanita, Fika sambil tersipu malu, “ Pancasila, satu ketuhanan yang maha esa, dua persatuan Indonesia “, ulang Fika yang terjaring tidak memakai masker saat menjaga toko.

Hal serupa ditunjukkan pelanggar lainnya, Nofila. Bahkan, wanita yang menjual alat kencatinkan ini, tidak mengetahui nama pejabat bupati Polewali Mandar, ketika ditanya petugas, “Aii sudahmi pak..!!, pak, sudahmi “, pinta Nofila merengek, mengaku tidak memakai masker lantaran baru selesai makan.

Dalam operasi yang berlangsung selama lebih kurang dua jam ini, Tim Satgas berhasil menjaring sedikitnya 30 pelanggar protokol kesehatan.

Anggota Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo, Yudi menjelaskan, pelaksanaan operasi merupakan salah upaya sosialisasi Peraturan Bupati Polman Nomor 32 Tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, “ Alhamdulillah, jadi hari ini kami dari Tim Covid Kecamatan Wonomulyo, melakukan sosialisasi terkait perbup dan razia masker di pasar tadi “, ungkapnya kepada wartawan.

Pelanggar protokol kesehatan yang terjaring Operasi Yustisi di Pasar Induk Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, mendapat sanksi sosial dari petugas, Rabu siang (07/10/2020).

Menurut Yudi, seiring berjalannya waktu, tingkat kesadaran warga memakai masker sudah tinggi. Namun demikian, diakui masih ada beberapa warga yang lalai dan membandel, “ Sudah ada peningkatan, tetapi ketika kami keliling dan masuk ke dalam pasar, masih ada beberapa pedagang dan karyawannya yang tidak menggunakan masker “, tandasnya,

Yudi mengungkapkan, setiap pelanggar protokol kesehatan nantinya akan diberi sanksi materi, “ Sesuai perbup, pelanggar protokol kesehatan nantinya akan diberi sanksi materi, berupa denda perorangan sebanyak 50 ribu rupiah, dan pelaku usaha sebanyak 100 ribu rupiah. Itu belum kami lakukan, kami hanya memberikan sanksi sosial “, pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah pelanggar tidak hanya mendapat sanksi berupa menghafal pancasila, tetapi juga membersihkan sampah yang berserakan di jalan. Tidak sedikit pelanggar, yang meminta melakukan push up, sebagai sanksi atas pelanggaran yang telah dilakukan. (Thaya)

__Terbit pada
07/10/2020
__Kategori
kesehatan, Sosial