Kondisi Pasar Marasa di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, tampak kumuh akibat becek saat musim penghujan tiba. IST

Kumuh dan Becek, Kondisi Pasar Marasa Wonomulyo Dikeluhkan Warga

WONOMULYO,- Kondisi pasar Marasa yang berada di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, dikeluhkan warga.

Betapa tidak, saat musim penghujan tiba, pasar terbesar Polewali Mandar ini berubah kumuh, dengan banyaknya genangan air dan lumpur becek pada sejumlah titik. Kondisi diperparah oleh sampah yang berceceran.

Salah seorang pengunjung, Rizal mengaku prihatin dengan kondisi pasar Marasa yang terkesan tidak mendapat perhatian pemerintah, “ Harusnya pemerintah cepat mengambil tindakan, kondisi jalan dan pelataran di sekitar pasar harus segera di cor, biar tidak becek lagi, jangan dibiarkan berlama-lama, kasian pedagang dan pengunjung “, katanya kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Sementara itu, salah seorang pedagang yang enggan menyebut namanya mengaku heran, dengan lambannya upaya pembenahan di pasar Marasa, yang diakui menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar dari Kabupaten Polewali Mandar, “ Tiap hari kita bayar retribusi pasar, juga untuk kebersihan. Tetapi sudah sangat lama, kondisi pasar yang semakin kumuh, lantaran pelatarannya kotor saat musim hujan, tidak mendapat perhatian. Padahal pasar ini merupakan penyumbang pendapatan terbesar di daerah ini “, keluhnya.

Menanggapi keluhan warga akan kondisi pasar Marasa yang semakin memprihatinkan, Camat Wonomulyo Asrul Ambas, mengatakan akan segera mengkoordinasikan masalah ini dengan instansi terkait, “ Saya sudah minta para aparat pasar, untuk segera mendokumentasikan (kondisi pasar), dan alhamdulillah itu sudah terealisasi. Dokumentasinya sudah ada sama saya, tinggal di koordinasikan dengan instansi terkait soal masalah pasar ini “, ujar Asrul di tempat terpisah.

Diakui Asrul, kondisi pasar yang becek khususnya saat musim penghujan tiba, menjadi salah satu penyebab, banyaknya pedagang yang terpaksa mencari tempat berjualan yang lebih baik, salah satunya di bahu jalan, “ Kondisi pelatarannya memang tidak memungkinkan,  karena itulah mungkin karena pelatarannya kurang bagus, sehingga para penjual ini mencari tempat yang lebih layak, walaupun itu sebenarnya menghalangi arus keluar masuk dari pasar “, terangnya.

Oleh karenanya, Asrul berharap peran aktif semua stakeholder, untuk mengembangkan dan mengembalikan fungsi pasar, demi mendongkrak PAD, “ Karena percuma kita selalu mau menggenjot PAD, sementara pelayanan kita kepada masyarakat, utamanya penjual dan pembeli tidak kita maksimalkan “, pungkasnya.

Pada hari Senin, 1 Juli 2019 lalu, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar meresmikan pasar Marasa, singkatan dari Maju, Rapih, Sehat dan Aman.

Dalam sambutannya, Andi Ibrahim berharap, konsep pasar Marasa bisa dipertahankan dan terus berjalan, “ Saya mau marasa terus, tertib terus, dan bersih terus “, imbuh Bupati yang akrab disapa AIM.

Bupati meminta kepada Satgas Pasar dan Satpol PP, untuk terus bekerja memelihara ketertiban pasar, “ Saya berharap konsep pasar marasa bisa terus ditingkatkan. Tidak berjalan hanya sebatas untuk kepentingan proyek perubahan saja “, pungkas Andi Ibrahim. (Thaya)

 

 

 

 

 

__Terbit pada
22/10/2020
__Kategori
Sosial