Cabuli Anak Angkatnya, Polisi Amankan Pria di Mamasa

MAMASA,- AM (34 Tahun), warga Dusun Rattedonang, Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, terus tertunduk saat digelandang petugas ke ruang pemeriksaan Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mamas, Jumat siang (16/10/2020).

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini, diamankan polisi, setelah dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korban berinisial M, merupakan anak angkat pelaku, yang saat ini baru duduk di bangku kelas 1 Sekolah Menengah Pertama.

“ Dalam kesempatan ini dapat kami jelaskan, bahwa korban M merupakan anak angkat yang diadopsi oleh saudara tersangka sejak umur kurang lebih 8 bulan. Semenjak dia (korban) di adopsi oleh tersangka,  tinggal bersama di rumah mereka, dan sekarang korban M sudah berumur 13 tahun “, kata Kasat Reskrim Polres Mamasa IPTU Dedi Yulianto, kepada wartawan.

Kasus terungkap, setelah secara tidak sengaja korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada rekannya, “ Kemudian teman korban bercerita pada orang tuanya, dilanjutkan kepada pemerintah setempat, yang akhirnya melaporkan masalah ini kepada polisi “, ungkap Dedi.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, tersangka mengaku, tindak kekerasan seksual yang dilakukan terhadap anak kandungnya, telah dilakukan berulang kali pada sebuah rumah pondok di kebun. Tersangka mengaku tergoda melihat kemolekan tubuh anak angkatnya, saat sang istri tidak berada di rumah, “ Itu terjadi kurang lebih pada tanggal 16 dan 17  Mei 2020, di pondok-pondok, rumah-rumah yang ada di kebun mereka. Jadi ada dua hari, hari pertama dilakukan 2 kali, hari kedua dilakukan sekali. Karena tidak puas dengan perbuatan yang dilakukan pada hari pertama, pelaku kembali mengulangi perbuatannya “, ujarnya.

Menurut Dedi, korban sudah merasa curiga ketika diminta oleh tersangka untuk tidur di sampingnya. Walau sempat menolak, korban tak kuasa melawan tersangka yang terus memaksa, “ Pada saat itu dia memanggil anaknya (korban) untuk tidur di sebelahnya, tetapi anak ini tidak mau karena mungkin sudah curiga, tetapi pelaku dengan kekuatan lebih besar memaksa anak ini dan disitulah terjadi persetubuhan atau kekerasan seksual terhadap anak ini “, terang Dedi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Mamasa  Martina, berjanji akan melakukan pendampingan, dan memulihkan psikologi, termasuk menyediakan rumah aman buat korban, “ Jadi kami selaku bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, itu upaya kami bagaimana anak ini bisa kembali seperti biasa, jadi tidak terancam dari keluarga dan masyarakat. Supaya bisa dia kembali normal dan belajar seperti dulu, itu upaya kami selaku perlindungan perempuan dan perlindungan anak. Selaku pendamping perempuan dan anak kami akan bawa ke rumah yang telah disiapkan pemerintah setempat “, pungkas Martina.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat polisi menggunakan undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

 

__Terbit pada
16/10/2020
__Kategori
Peristiwa