Sertu Muh Saad (42 Tahun), Babinsa Jajaran Kodim 1402/Polmas, saat melangsungkan KBM secara luring diikuti sejumlah murid SDN 005 Sidodadi, di Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Selasa (28/07/20)

Ringankan Beban Murid Saat Pandemi, Babinsa di Polman Gelar KBM Luring

WONOMULYO,- Kisah inspiratif datang dari Sertu Muh Saad (42 Tahun), Babinsa Jajaran Kodim 1402/Polmas. Sejak beberapa pekan terakhir ia mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar, pada SDN 005 Sidodadi, di Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Hal itu dilakukan, sebagai bentuk keprihatinan terhadap sejumlah murid di sekolah ini, yang kesulitan mengikuti proses belajar secara daring (dalam jaringan). Metode daring diterapkan banyak sekolah, sebagai salah satu cara mencegah penyebaran virus corona, di masa pandemi.

Setiap hari ayah tiga anak ini berkeliling kampung, mengajak para murid yang tidak memiliki fasilitas belajar secara daring, untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara luring (luar jaringan) . Kegiatan yang bertujuan meringankan beban para orang tua, berlangsung di halaman rumah warga dengan membentuk kelompok kecil yang diikuti lima murid.

“ Saya selaku babinsa di lapangan, melihat situasi dan kondisi saat ini, merasa prihatin melihat kondisi anak-anak kita saat ini di saat pandemi Covid-19, sehingga saya sebagai Babinsa merasa terpanggil bagaimana anak-anak kita ini tidak terhalang dengan adanya covid-19 “ kata Saad kepada wartawan usai memberikan materi pelajaran kepada sejumlah murid, Selasa (28/07/20).

Dalam sehari, Muh Saad mampu memberi materi pelajaran pada sedikitnya empat kelompok belajar, dengan durasi belajar masing-masing tiga puluh menit. Selain mengajarkan materi pelajaran, Muh Saad juga memberi motivasi kepada para murid, agar tetap semangat belajar di masa pandemi virus corona, “ Pada beberapa tempat, saya mencoba untuk mengajar pada anak-anak kita, di sisi lain memberikan motivasi karena kondisi keadaan seperti ini, bagaimana anak-anak kita yang dulunya di sekolah dihadapkan dengan kondisi covid-19, bagaimana dia bisa belajar dengan keadaan yang memprihatinkan dengan suasana yang banyak tantangan “ ujar Saad bersemangat.

Selain itu, Saad mengaku kerap meminjamkan fasilitas handphone miliknya kepada murid yang harus mengirimkan tugas dari guru melalui aplikasi pesan singkat whatsapp, “  Selain luring, kadang juga kita membantu para murid yang mengikuti proses belajar secara daring, tentunya melalui whatsapp dari beberapa rumah. Intinya materi yang kita ajarkan lebih dominan, bagaimana dia (murid) bersemangat belajar dengan keadaan sekarang ini, jangan menyerah pada keadaan “ tandasnya.

Salah seorang murid Sheila Juliani mengaku senang bisa kembali mengikuti proses belajar, apalagi salah satu gurunya adalah Babinsa yang dinilai lucu dan kocak. Kendati demikian, ia berharap proses belajar mengajar di sekolah bisa kembali digelar, “ Saya senang, tapi lebih senang lagi kalau bisa belajar bersama di sekolah, belajar begini karena ada covid-19. Diajar pak tentara senang, ada metode baru, lucu “ pinta murid kelas VI ini.

Sementara itu, Kepala SDN 005 Sidodadi Yusuf mengaku bersyukur, dengan keberadaan Babinsa yang bersedia menjadi tenaga pengajar sekaligus motivator bagi muridnya di masa pandemi seperti sekarang ini, “ Alhamdulillah dengan adanya Babinsa dia bisa memberikan motivasi kepada anak, bagaimana semangat hidup, bagaimana berdisiplin, bagi kami di sekolah adalah suatu kesyukuran dengan adanya Babinsa “ ungkap Yusuf.

Diakui Yusuf, keputusan melaksanakan proses belajar mengajar secara liring, didasari kesepakatan pihak sekolah dan orang tua murid, “ Pertimbangan dari sekolah kami sesuai hasil rapat, sebelum tahun ajaran kami mengundang orang tua siswa, sesuai kesepakatan dilihat beberapa aspek, kami melihat beberapa masyarakat di sekitar sekolah kami rata-rata ekonomi ke bawah, kesepakatan yang kami ambil bersama dewan guru dan orang tua siswa, sepakat dengan luring, apalagi masih banyak murid yang sulit mengikuti proses belajar secara daring,  karena keterbatasan sarana dan prasarana termasuk fasilitas internet dan handphone yang masih minim “ pungkas Yusuf.

Berdasarkan pantauan wartawan, walau kelompok belajar yang dibentuk sang Babinsa Muh Saad berlangsung di alam terbuka, prosesnya belajar mengajarnya tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain menjaga jarak, para murid juga wajib memakai masker. Sebelum proses belajar mengajar dimulai, para murid harus mencuci tangan pada tempat yang telah disiapkan. (Thaya)

__Terbit pada
28/07/2020